VIDEO: Penyelundupan Rokok dan Miras Ilegal Berhasil Digagalkan, Potensi Kerugian Negara Rp 4 Miliar

Oleh Yusron Fahmi pada 15 Jul 2021, 20:11 WIB
Diperbarui 15 Jul 2021, 20:11 WIB

Liputan6.com, Jakarta Bea Cukai Sidoarjo menyita puluhan juta batang rokok, dan minuman keras ilegal senilai Rp 10 miliar yang akan diselundupkan dari Jawa Timur ke sejumlah daerah di Sumatra dan Kalimantan. Pemilik mengelabui petugas dengan menggunakan kardus bertuliskan Sambal Pecel khas Jawa TImur. Akibat kasus penyelundupan ini, negara berpotensi dirugikan hingga Rp 4 miliar.

Puluhan juta batang roko ilegal dan minuman keras tanpa cukai yang hendak diselundupkan dari Jawa Timur, ke sejumlah daerah di Sumatra dan Kalimantan digagalkan Tim Bea Cukai Sidoarjo.

Untuk mengelabui petugas, truk ekspedisi menggunakan kemasan Sambel Pecel khas Jawa Timur. Barang ilegal senilai Rp 10 miliar ini disita dari kantor ekspedisi di Sidoarjo, saat sudah tertata rapi dan siap dikirim.

Kepala Kantor Bea Cukai Sidoarjo, Pancoro Agoeng mengatakan rokok ilegal tanpa cukai ini hasil produksi rumahan, yang dibuat jauh dari tempat keramaian.

Kasus ini terungkap berkat informasi dari masyarakat dan ditindak lanjuti dengan menangkap tersangka pemilik barang di kantor ekspedisi.

“Untuk nilai barang itu kurang lebih Rp 10 miliar, dan ini berpotensi menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 4,5 miliar, ini justru dimanfaatkan oleh mereka-mereka yang mempunyai itikad tidak bagus, mencari peluang untuk mengelabui kita, tentunya dengan kondisi seperti ini banyak rokok-rokok yang diedarkan melalui ekspedisi tadii, modusnya yang jelas melalui pengiriman ekspedisi di tengah malam atau dini hari mereka melakukan pengiriman, seakan-akan kita tidak bisa mendeteksi, satu orang sudah kita pidanakan dari perusahaan jasa angkutan ini,” kata Pancoro Agoeng, Kepala Kantor Bea Cukai Sidoarjo.

Akibat kasus penyelundupan rokok ilegal dan minuman keras ilegal tanpa cukai ini. Negara berpotensi dirugikan hingga Rp 4 miliar. Demikian seperti diberitakan pada Fokus, (15/7/2021).

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya