Kasus Covid-19 Melonjak, RSUD Soeroto Ngawi Hampir Penuh

Oleh Liputan6.com pada 24 Jun 2021, 10:14 WIB
Diperbarui 24 Jun 2021, 10:14 WIB
FOTO: Melihat Alat Pendukung Perawatan Pasien di RS Darurat COVID-19
Perbesar
Alat pendukung perawatan pasien virus corona COVID-19 terlihat di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). RS Darurat Penanganan COVID-19 dilengkapi dengan ruang isolasi, laboratorium, radiologi, dan ICU. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Ngawi - Tingkat keterisian tempat tidur di sejumlah rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, hampir penuh seiring terjadinya lonjakan kasus dalam sepekan terakhir.

Data Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Ngawi, Rabu (23/6/2021) mencatat dari total kapasitas 168 tempat tidur yang tersedia di empat fasilitas kesehatan untuk rawat inap dan isolasi pasien terpapar virus corona, saat ini sebanyak 79 persen telah terisi.

"Keterisian tempat tidur untuk rawat inap saat ini sekitar 70 persen. Memang ada peningkatan kasus COVID-19, baik yang terkonfirmasi maupun suspek," ujar Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko saat melakukan pengecekan ketersediaan fasilitas rumah sakit di RSUD dr. Soeroto Ngawi, dilansir dari Antara.

Sesuai data secara rinci, untuk keterisian tempat tidur di RSUD dr. Soeroto Ngawi tercatat 91 persen, Rumah Sakit Widodo Ngawi mencapai 100 persen, Rumah Sakit Attin Husada Ngawi juga 100 persen, dan Gedung Agro Tecno Park (ATP) Ngrambe Ngawi sekitar 60 persen.

Wakil Bupati Antok, sapaan akrab Dwi Rianto Jatmiko, membenarkan jika terjadi peningkatan kasus COVID-19 di wilayahnya selama beberapa pekan terakhir. Hal itu seiring dengan naiknya kasus COVID-19 secara nasional pascalibur Lebaran 2021.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Penelusuran

Petugas Medis Tangani Pasien Virus Corona di Ruang ICU RS Wuhan
Perbesar
Liu Huan (kanan), petugas medis dari Provinsi Jiangsu, memasuki sebuah bangsal ICU Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, 22 Februari 2020. Tenaga medis dari seluruh China mengerahkan upaya terbaik mereka untuk mengobati para pasien COVID-19 di rumah sakit itu. (Xinhua/Xiao Yijiu)

Tingginya kasus COVID-19 di Ngawi ini juga disebabkan karena banyaknya "tracing" yang dilakukan petugas terhadap warga yang dicurigai terpapar Virus Corona.

"Sesuai arahan, pemda memang diminta untuk meningkatkan 3T, yakni testing, tracing, dan treatment guna menekan kasus COVID-19 yang meningkat signifikan di sejumlah daerah," katanya.

Dari hasil penelusuran satgas, kasus COVID-19 di Ngawi disebabkan karena penularan melalui kegiatan hajatan, bepergian luar kota, kontak erat, dan hasil tracing.

Sesuai data, secara total, kasus COVID-19 di Kabupaten Ngawi hingga Rabu (23/6) mencapai 2.899 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 2.505 orang di antaranya telah sembuh, 97 orang dalam pemantauan, dan 297 orang meninggal dunia.

Tambahan kasus per hari Rabu ini, konfirmasi baru 36 orang, sembuh 25 orang, dan meninggal dunia empat orang.

Wabup meminta warga disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan sehingga penyebaran COVID-19 di Ngawi dapat ditekan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓