Tersisa 9 Tempat Tidur di RS Darurat Covid-19 Tulungagung, Solusinya?

Oleh Liputan6.com pada 23 Jun 2021, 14:06 WIB
Diperbarui 23 Jun 2021, 14:06 WIB
Pemindahan Pasien Terinfeksi COVID-19
Perbesar
Petugas membawa pasien terindikasi terinfeksi COVID-19 dari ruang rawat Gedung Anton Soedjarwo Rumah Sakit Bhayangkara RS Sukanto menuju ruang rawat khusus COVID-19, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Pasien meninggal karena Covid-19 di Indonesia berjumlah 24.951 orang. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Tulungagung - Rumah Sakit Darurat COVID-19 di Rusunawa UIN SATU Kabupaten Tulungagung saat ini kondisinya dipenuhi pasien tidak bergejala seiring terjadinya lonjakan kasus dalam sepekan terakhir.

Kepala RSDC UIN SATU Tulungagung Heru Nurcahyono pada Selasa, 22 Juni 2021, mengungkapkan dari total 136 tempat tidur yang tersedia, saat ini sebanyak 127 tempat tidur telah diisi pasien terkonfirmasi COVID-19.

Sembilan tempat tidur (bed) tersisa dikhawatirkan tidak cukup menampung jika terjadi penambahan kasus dalam jumlah lebih banyak lagi, dilansir dari Antara.

"Untuk mengantisipasi penuhnya kapasitas bed ini, kami menambah 16 bed untuk mengantisipasi jika terjadi penambahan kasus baru dengan jumlah banyak," katanya.

Dijelaskan, salah satu penyebab penuhnya okupasi RSDC adalah temuan konfirmasi positif klaster Latsar ASN di Surabaya yang cukup banyak.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tindakan Penelusuran

Pemindahan Pasien Terinfeksi COVID-19
Perbesar
Petugas membawa pasien terindikasi terinfeksi COVID-19 dari ruang rawat Gedung Anton Soedjarwo Rumah Sakit Bhayangkara RS Sukanto menuju ruang rawat khusus COVID-19, Jakarta, Rabu (13/1/2021). Kasus Covid-19 sudah ditemukan di 34 Provinsi di Indonesia. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Dari total 176 orang calon ASN, sebanyak 72 orang dinyatakan positif COVID-19. Selain itu, masih ada enam orang mentor yang juga positif terpapar virus corona dan kini lima orang di antaranya harus menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Jumlah mentor yang tercatat ikut mendampingi Latsar ASN sebenarnya ada 155 orang, namun dari jumlah itu hanya 101 orang yang datang.

Tindakan penelusuran dilakukan terhadap mereka, menyusul terkonfirmasinya hasil tes usap PCR atas 47 orang calon ASN. Hal itu karena ada kekhawatiran bahwa 130 orang calon ASN dan 155 orang mentor itu tertular dari para calon ASN yang positif.

"Jadi, totalnya ada 185 orang yang kami tes. Ini untuk menuntaskan tracing calon ASN dan kontaknya,” kata Didik.

Dari 185 orang yang dilakukan tes usap antigen itu, ditemukan sebanyak 28 orang yang positif, terdiri dari 22 orang calon ASN dan enam mentor.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓