RSDC Tulungagung Tambah 16 Ranjang Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

Oleh Liputan6.com pada 23 Jun 2021, 10:02 WIB
Diperbarui 23 Jun 2021, 10:02 WIB
FOTO: Melihat Alat Pendukung Perawatan Pasien di RS Darurat COVID-19
Perbesar
Alat pendukung perawatan pasien virus corona COVID-19 terlihat di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). RS Darurat Penanganan COVID-19 dilengkapi dengan ruang isolasi, laboratorium, radiologi, dan ICU. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Tulungagung - Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menginstruksikan penanggung jawab Rumah Sakit Darurat COVID-19 di Rusunawa UIN SATU untuk menambah ranjang rawat inap guna mengantisipasi lonjakan kasus baru.

"Untuk mengantisipasi penuhnya kapasitas ranjang yang ada, kami menambah 16 ranjang untuk mengantisipasi jika terjadi penambahan kasus baru dalam jumlah banyak," kata Kepala RSDC UIN SATU Tulungagung Heru Nurcahyono, Selasa, 22 Juni 2021.

Selama ini kapasitas RSDC yang telah dipersiapkan untuk menampung pasien COVID-19 tidak bergejala sebanyak 136 tempat tidur. Namun, dari jumlah persediaan itu, okupansi RSDC saat ini telah mencapai 127 ranjang atau 90 persen lebih, dilansir dari Antara.

Sisanya yang sembilan tempat tidur diperkirakan segera terpenuhi atau bahkan kekurangan tempat tidur jika besok atau selanjutnya terjadi penambahan kasus baru lagi sementara pasien sembuh lebih sedikit.

"Salah satu penyebab penuhnya okupansi RSDC adalah temuan konfirmasi positif kluster latihan dasar (latsar) ASN di Surabaya yang cukup banyak," katanya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

72 Positif Covid-19

Simulasi penanganan pasien terduga virus Corona
Perbesar
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menggelar simulasi penanganan pasien terduga infeksi virus Corona atau Covid-19. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Dari total 176 calon ASN, sebanyak 72 positif COVID-19. Selain itu masih ada enam mentor yang juga positif dan kini lima di antaranya harus menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Jumlah mentor yang tercatat ikut mendampingi latsar ASN sebenarnya ada 155 orang. Namun, dari jumlah itu hanya 101 orang yang datang.

Tindakan penelusuran (tracing) terhadap mereka, menyusul terkonfirmasinya 47 calon ASN, lantaran ada kekhawatiran bahwa 130 calon ASN dan 155 mentor itu tertular dari 47 yang positif.

"Jadi totalnya ada 185 orang yang kami tes. Ini untuk menuntaskan penelusuran pada calo PNS dan orang yang kontak dengannya,” kata Didik.

Dari 185 yang dilakukan tes usap antigen itu, ditemukan 28 yang positif. Mereka terdiri dari 22 calon ASN dan enam mentor.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓