Kawal Penguatan PPKM Mikro, Polda Jatim Akan Gelar Razia Prokes

Oleh Dian Kurniawan pada 22 Jun 2021, 09:07 WIB
Diperbarui 22 Jun 2021, 09:07 WIB
Polda Jatim Ambil Alih dan Janji Kawal Tuntas Kasus Narkoba di Malang Sampai Pengadilan
Perbesar
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Gatot Repli Handoko menyebut kepolisian akan profesional dan membawa kasus pelaku narkoba di Malang ini sampai tuntas ke pengadilan (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Liputan6.com, Surabaya - Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengungkapkan, pihaknya siap mengawal penguatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro pada 22 Juni – 5 Juli mendatang.

"Nanti juga akan ada razia untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan prokes. Nanti akan melibatkan Satpol PP dan akan dibantu TNI/Polri," ujarnya di Mapolda Jatim, Senin (21/6/2021).

Gatot mengatakan, dalam mengawal penerapan penguatan PPKM Mikro ini, semua kebijakan akan mengacu zonasi dari masing-masing RT/RW.

Jika RT/RW itu statusnya zona merah, lanjut Gatot, maka akan diterapkan mikro lockdown. Pihaknya juga akan memberi bantuan pada masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri.

"Nanti juga akan ada penyekatan mobilitas masyarakat di tingkat mikro bagi RT/RW yang statusnya zona merah," ucapnya.

Sekedar diketahui, Menteri Dalam Negeri ( Mendagri ) Tito Karnavian kembali menerbitkan Instruksi Mendagri No 13/2021 terkait perpanjangan PPKM Mikro.

Berbeda dari aturan PPKM sebelumnya, pada Instruksi Mendagri kali ini pemerintah banyak mengatur berkaitan dengan pembatasan di daerah-daerah berzona merah. 

Di antaranya RT berzona merah harus menutup tempat bermain anak dan tempat umum lainnya secara proporsional. Selain itu, pemberlakukan bekerja dari rumah atau work from home sebanyak 75 persen untuk kabupaten/kota berzona merah.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Sekolah Tatap Muka Ditiadakan

Tidak hanya itu, kegiatan belajar tatap muka di zona merah juga ditiadakan, yang mana 100 persen dilakukan secara daring.

Kemudian tempat ibadah juga diminta untuk ditutup di kabupaten/kota berzona merah. Masyarakat diminta untuk beribadah di rumah masing-masing. Sisanya masih diatur seperti sebelumnya.

Misalnya saja mal diperbolehkan tetap buka sampai pukul 21.00 WIB dengan kapasitas 50 persen. Kemudian restoran juga tetap boleh buka dengan kapasitas 50 persen. Kegiatan seni, sosial dan budaya juga diperbolehkan dibuka dengan kapasitas 25 persen. 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya