Puskesmas Banyuputih Situbondo Ditutup Lagi, Nakes Positif Corona Bertambah 7 Orang  

Oleh Liputan6.com pada 21 Jun 2021, 20:14 WIB
Diperbarui 21 Jun 2021, 20:14 WIB
Gambar ilustrasi diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Food and Drug Administration AS menunjukkan Virus Corona COVID-19. (US Food and Drug Administration/AFP)
Perbesar
Gambar ilustrasi diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Food and Drug Administration AS menunjukkan Virus Corona COVID-19. (US Food and Drug Administration/AFP)

Liputan6.com, Surabaya - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo Dwi Herman Susilo menyatakan,  layanan kesehatan Puskesmas Banyuputih kembalil ditutup seiring bertambahnya jumlah tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19.

Padahal, pekan lalu, Puskesmas Banyuputih Situbondo sudah ditutup sementara (UGD, rawat inap) dan hanya melayani pasien rawat jalan karena terdapat delapan tenaga kesehatan terpapar COVID-19.

"Baru saja kami berkoordinasi dengan Pak Sekda dan segera menutup sementara semua layanan kesehatan di Puskesmas Banyuputih, mulai hari ini hingga pekan depan," ujarnya, Senin (21/6/2021), seperti dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan, penutupan sementara layanan di puskesmas Kecamatan Banyuputih karena ada tambahan tujuh orang tenaga kesehatan terpapar COVID-19, dari sebelumnya sudah ada delapan orang yang positif.

Selama Puskesmas Banyuputih ditutup sementara, lanjut Dwi, semua layanan kesehatan dialihkan ke puskesmas pembantu (pustu) di Desa Sumberanyar.

"Jadi, Puskesmas Banyuputih kembali ditutup sementara untuk semua layanan agar lebih efektif dan agar benar-benar steril di puskesmas itu. Sebelumnya kan sudah ditutup untuk layanan di UGD dan rawat indap, tapi masih dibuka untuk layanan rawat jalan, sekarang kami tutup total," ucapnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kasus Meningkat

Dwi menambahkan beberapa hari lalu, sebanyak empat personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo juga terpapar COVID-19 setelah mengikuti kegiatan latihan menyelam di Pantai Pasir Putih.

"Ada empat personel di BPBD yang juga terpapar COVID-19, tapi semuanya orang tanpa gejalan atau OTG," katanya.

Informasi diperoleh, selama tiga hari terakhir (Jumat, Sabtu, Minggu) jumlah warga Situbondo terpapar COVID-19 mencapai 72 kasus, termasuk jumlah kematian mencapai tujuh orang (selama tiga hari).

Data sebaran COVID-19 di Situbondo, hingga Minggu (20/6) secara akumulatif tercatat sebanyak 2.723 kasus, dengan rincian 2.391 sembuh, 211 orang meninggal, kasus aktif dan dalam perawatan 121 orang. 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓