Hoaks, Positif Covid-19 di Kota Madiun Meledak Capai 11.876 Orang

Oleh Dian Kurniawan pada 19 Jun 2021, 09:02 WIB
Diperbarui 19 Jun 2021, 09:02 WIB
Jatim membentuk tim repatriasi antisipasi varian baru Covid-19. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)
Perbesar
Jatim membentuk tim repatriasi antisipasi varian baru Covid-19. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Surabaya - Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur Benny Sampirwanto mengakui adanya pesan berantai di Whatsapp mengenai jumlah kasus Covid-19 yang meningkat di beberapa kabupaten maupun kota Jawa Timur.

"Pesan tersebut berisi, salah satu daerah yang mengalami peningkatan kasus positif adalah Kota Madiun, yang menjadi peringkat pertama dengan jumlah positif 11.876 orang," ujarnya, Sabtu (19/6/2021).

Benny melanjutkan, pesan tersebut juga disertai keterangan bahwa Kementerian Kesehatan memperkirakan akan terjadi ledakan kasus Covid-19 di Jawa Timur.

"Kami memastikan kabar tersebut adalah hoaks. Faktanya, tidak ada keterangan resmi dari Kementerian Kesehatan bahwa ada ledakan kasus yang sangat luar biasa," ucapnya.

"Jumlah kasus dalam pesan yang beredar tersebut juga cenderung menyesatkan karena jauh berbeda dengan rilis kasus harian yang dikeluarkan akun instagram @jatimpemprov," ujar Benny.

Hanya 2.897 Kasus

Benny menegaskan, berdasarkan data rilis per tanggal 17 Juni 2021, jumlah kasus positif di Kota Madiun sebanyak 2.897 orang dengan kasus aktif sebanyak 137 orang.

"Sedangkan pada 18 Juni kemarin, jumlah kasus positif di Kota Madiun sebanyak 2.915 orang, setelah ketambahan 18 pasien positif. Dan kasus aktif bertambah 11 sehingga totalnya 148 kasus," ucapnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓