Penyakit Dampak Lingkungan Tak Sehat Masih Jadi Masalah Rutin di Kota Malang

Oleh Zainul Arifin pada 19 Jun 2021, 18:14 WIB
Diperbarui 19 Jun 2021, 18:14 WIB
Belasan Ribu Warga Kota Malang Berisiko Fatal Bila Terinfeksi Corona Covid-19
Perbesar
Warga menunggu giliran layanan kesehatan di RS Saiful Anwar Malang. Ribuan orang di Malang memiliki penyakit penyerta dan bisa fatal bila terjangkit Corona Covid-19 (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Liputan6.com, Malang - Lingkungan tak sehat masih jadi salah satu masalah serius di Kota Malang. Menyebabkan virus dan berpotensi menimbulkan berbagai jenis penyakit yang setiap tahun selalu ada warga terinfeksi. Karena itu aspek pencegahan harus jadi prioritas utama.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif mengatakan lingkungan tak sehat karena masalah pencemaran udara, limbah, vektor (hewan penular penyakit) dan lainnya. Memicu adanya penyakit berbasis lingkungan dan mengganggu kesehatan warga.

“Menyebabkan penyakit berbasis lingkungan, ini masih menjadi permasalahan hingga saat ini,” kata Husnul di Malang, Jumat, 18 Juni 2021.

Penyakit berbasis kesehatan lingkungan itu seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), tuberkulosis (TBC), diare, polio sampai campak. Lalu disebabkan binatang seperti flu burung, pes, anthrax, DBD, chikungunya sampai malaria.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2019, kasus ISPA di Kota Malang ada sebanyak 15.736 kasus. Sedangkan kasus DBD ada sebanyak 527 kasus dengan 3 kasus kematian. Lalu TBC ada 2.218 kasus, malaria ada 9 kasus.

Salah satu cara mencegah beragam penyakit adalah pemenuhan, ketersediaan dan akses terhadap air yang aman, sanitasi dasar yang layak, penanganan sampah dan limbah, pengendalian vektor penyakit dan perilaku masyarakat di Malang.

“Karena itu paradigma mengobati harus diubah ke pencegahan sejak dini,” ujar Husnul.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Upaya Pencegahan

Dinas Kesehatan sendiri mengklaim telah melakukan berbagai upaya pencegahan. Misalnya penyuluhan untuk juru masak tentang pentingnya membuat makanan yang sehat dan baik. Serta petugas sanitarian di puskesmas harus rutin inspeksi ke tempat pengolahan makanan.

Soal kesehatan air, penyelenggara dan pengelola air minum diminta selalu memastikan kualitas air dan peralatannya. Dinas Kesehatan bakal selalu menggelar pengawasan dan uji kualitas air secara berkala.

“Pengawasan dan pembinaan menjaga kualitas air ini sangat penting,” ucap Husnul.

Termasuk pemantauan kesehatan udara di tempat – tempat umum maupun ruang di industri perhotelan. Edukasi pemenuhan sanitasi dasar yang sehat ke permukiman dan berbagai tempat umum lainnya.

“Serta upaya pengendalian vektor binatang di rumah dan lingkungan. Termasuk pembasmian seperti jentik nyamuk,” tutur Husnul.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya