VIDEO: Balita Nyaris Kehilangan Nyawa Setelah Tenggelam di Kolam Renang

Oleh Yusron Fahmi pada 17 Jun 2021, 21:56 WIB
Diperbarui 17 Jun 2021, 21:56 WIB

Liputan6.com, Jakarta Di Banyuwangi, Jawa Timur, balita berusia 2,5 tahun tenggelam di kolam renang Selasa siang (15/6). Peristiwa berawal dari korban yang sedang berenang sendiri di kolam renang yang dengan kedalaman 60 centimeter. Sementara orang tuanya ke musala, selang tak berapa lama terdengar teriakan bocah lain yang melihat korban tenggelam.

Korban segera dibawa ke puskesmas terdekat, untuk mendapatkan pertolongan pertama. Agar peristiwa tidak terulang, polisi meminta para orang tua selalu mengawasi anaknya bermain, terutama di tempat wisata dan bagi pengelola kolam renang, untuk menambah tenaga pengawas atau membangun menara pantau, guna mengawasi pengunjung yang berenang.

Peristiwa ini bisa menjadi peringatan bagi orang tua agar tidak lalai mengawasi anaknya bermain di kolam renang. Di Banyuwangi, Jawa Timur, balita berusia 2,5 tahun nyaris kehilangan nyawa, setelah tenggelam di wisata kolam renang, Kecamatan Glagah, Selasa siang.

Peristiwa bermula saat korban Abizar mandi di kolam renang sedalam 60 centimeter. Abizar berenang sendiri, karena orang tuanya ke musala. Selang beberapa saat terdengar teriakan bocah lain yang melihat korban tenggelam. Pengunjung yang mengetahui hal itu, segera mengevakuasi korban yang sudah tak sadarkan diri.

Korban Abizar segera dibawa ke puskesmas terdekat, untuk mendapat pertolongan pertama. Karena masih tak sadarkan diri, korban kemudian dirujuk ke RSUD Blambangan, hingga korban bisa diselamatkan. Berikut seperti diberitakan pada Liputan6, (17/6/2021).

“Ada insiden anak usia 2,5 tahun mandi tenggelam. Sebetulnya tempat mandinya untuk anak-anak, mungkin dia panik atau bagaimana, kemudian anak itu sempat ditemukan oleh pengunjung yang lain, kemudian oleh pengelola pengawas kolam dibawa ke Puskesmas Paspan untuk dilakukan pertolongan pertama, selanjutnya dibawa ke UGD, saat ini untuk korban informasi terakhir dalam perawatan, tapi Alkhamdulillah kondisinya sudah lebih membaik,” terang AKP Imron, Kapolsek Glagah.

Agar peristiwa serupa tidak terulang, polisi minta orang tua selalu mengawasi anaknya bermain, terutama di tempat wisata. Pengelola kolam renang juga diminta menambah tenaga pengawas, atau membangun menara pantau guna mengawasi pengunjung yang berenang.