Cerita Muasal Covid-19 Varian Delta Menulari Warga Bojonegoro

Oleh Ahmad Adirin pada 17 Jun 2021, 20:17 WIB
Diperbarui 17 Jun 2021, 20:21 WIB
Juru Bicara Tim Gugus Satgas Penanganan Covid-19 Pemkab Bojonegoro, Masirin. (Ahmad Adirin/Liputan6.com)
Perbesar
Juru Bicara Tim Gugus Satgas Penanganan Covid-19 Pemkab Bojonegoro, Masirin. (Ahmad Adirin/Liputan6.com)

Liputan6.com, Bojonegoro - Mengetahui darimana asal usul seorang pasien tertular Covid-19 adalah hal yang penting demi menekan penyebarannya. Terbaru, jenis varian baru Covid-19 strain India B1617.2 atau Delta juga mulai menginfeksi seorang pria asal Bojonegoro.

Hal ini dibenarkan oleh Juru Bicara Tim Gugus Satgas Penanganan Covid-19 Pemkab Bojonegoro, Masirin. Diketahuinya bahwa pria berusia 54 tahun itu terinfeksi varian Delta berdasarkan hasil tracing yang dilakukan di Surabaya.

"Iya memang benar, kami Satgas Covid-19 kabupaten mendapat informasi dari provinsi bahwa ada hasil tracing di Surabaya itu adalah salah satu warga Bojonegoro," ujar Masirin kepada Liputan6.com, Kamis (17/6/2021).

Dia menceritakan, bahwa pasien tersebut menjalani pemeriksaan swab massal ketika usai ziarah wali bersama rombongan pada 6 Juni 2021 lalu.

"Saat melintas di jembatan Suramadu ada swab massal dan hasilnya waktu di test ternyata Covidnya varian baru," ungkapnya.

Menurut Masirin, awalnya pasien tersebut diisolasi terlebih dahulu bersama pasien yang lainnya di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Kemudian, pihaknya diminta untuk menjemput pasien tersebut untuk beralih diisolasi di RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tracing

Dia menambahkan, bahwa dari Dinkes Provinsi Jawa Timur dengan dibantu Dinkes Kabupaten Bojonegoro terhadap 13 orang yang termasuk rombongan telah di tracing.

"Hasilnya tracing keluarga pasien (anak dan istri) dinyatakan positif," ucapnya.

Namun begitu, terkait jenis virus yang menjangkit keluarga pasien tersebut masih belum diteliti, termasuk varian Delta atau tidaknya.

Perlu diketahui, kasus Covid-19 di sejumlah daerah termasuk di Bojonegoro mengalami lonjakan. Diharapkan warga masyarakat untuk terbiasa mengubah perilakunya dengan selalu taat mematuhi protokol kesehatan yang telah diatur dan ditetapkan pemerintah.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓