Antisipasi BPBD Lumajang terhadap Gempa dan Tsunami di Selatan Jatim

Oleh Liputan6.com pada 07 Jun 2021, 23:06 WIB
Diperbarui 07 Jun 2021, 23:06 WIB
Ilustrasi gempa bumi
Perbesar
Ilustrasi gempa bumi (sumber: Istockphoto)

Liputan6.com, Lumajang - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Indra Wibowo meminta warga tidak panik terhadap informasi BMKG tentang potensi gempa dan tsunami di Jatim.

"Bencana alam pasti terjadi, tapi kapan waktunya itu yang belum pasti, sehingga yang terpenting upaya mitigasi dan masyarakat siap menghadapi bencana," katanya, dikutip dari Antara, Senin (7/6/2021).

Menurutnya, Lumajang yang berbatasan langsung dengan laut lepas menjadikan lima wilayah kecamatannya berpotensi terjadi tsunami dan informasi yang beredar dari BMKG, diprediksi akan terjadi gempa bumi yang menyebabkan tsunami di wilayah pesisir Kabupaten Lumajang.

"Bencana itu pasti terjadi tapi kapan waktunya yang belum pasti. Kami mengutamakan mitigasinya, pencegahan dan pengurangan risiko bencananya," tuturnya.

Ia menjelaskan BPBD Lumajang sudah melakukan sosialisasi terhadap lima kecamatan pesisir di wilayah yang berpotensi terdampak bila terjadi tsunami.

"Kami kumpulkan ditambah Desa Tangguh Bencana (Destana). Memberikan sosialisasi apabila itu terjadi maka masyarakat harus bagaimana, keluarga harus bagaimana itu sudah tahu, cuma harus diingat kembali," katanya.

Kelima kecamatan yang berpotensi terjadi tsunami di Lumajang yakni Kecamatan Tempursari, Pasirian, Tempeh, Kunir, dan Yosowilangun yang merupakan daerah di pesisir selatan.

Indra juga mengimbau masyarakat utamanya di lima wilayah tersebut untuk senantiasa waspada jika terjadi beberapa kali gempa kecil selama beberapa menit.

"Jika itu terjadi, untuk alarm awal nanti akan kami sampaikan, sehingga masyarakat harus lari ke tempat yang memiliki ketinggian setidaknya 20 meter dari permukaan air laut," katanya menjelaskan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bukan Prediksi

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno menegaskan, informasi mengenai gempa berkekuatan 8,7 magnitudo yang diikuti tsunami 29 meter di pesisir pantai selatan Jawa Timur bersifat potensi dan bukan prediksi.

"Keterangan ini adalah potensi bukan prediksi yang pasti, sehingga kapan terjadinya tidak ada yang tahu," katanya, Minggu (6/6/2021).

Informasi tersebut berdasarkan hasil kajian dan pemodelan para ahli. Bambang mengatakan Indonesia sebagai wilayah yang aktif dan rawan gempa bumi memiliki potensi yang dapat terjadi kapan saja dengan berbagai kekuatan magnitudo.

Bambang mengatakan, sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat dan akurat, terkait waktu maupun kekuatan gempa.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya