Tut Tut Tut, Angkutan Logistik KAI Kembali Beroperasi di Terminal Petikemas Surabaya

Oleh Dian Kurniawan pada 04 Jun 2021, 09:19 WIB
Diperbarui 04 Jun 2021, 09:19 WIB
Angkutan logistik Kereta Api Terminal Petikemas Surabaya (TPS) - Stasiun Kalimas kembali beroperasi. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)
Perbesar
Angkutan logistik Kereta Api Terminal Petikemas Surabaya (TPS) - Stasiun Kalimas kembali beroperasi. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Surabaya - Angkutan logistik Kereta Api Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dengan Stasiun Kalimas Surabaya, kembali beroperasi.

Direktur Utama TPS Dothy berharap, dengan adanya kerjasama ini pengoperasian angkutan logistik kereta api dapat memberikan nilai lebih untuk industri logistik dan kepelabuhanan nasional yang lebih berdaya saing.

“Kerja sama ini juga merupakan upaya dalam mendukung program Kementerian BUMN untuk terus bersinergi, dalam hal ini sinergi antara KAI dan Pelindo III,” ujarnya, Kamis (3/6/2021).

Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo menambahkan, jalur kereta api yang terintegrasi dengan terminal petikemas ini akan memberikan kemudahan bagi pemilik barang atau pelaku usaha angkutan logistik yang akan mengirimkan barang dari dan menuju pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Didiek berharap Terminal Petikemas Surabaya yang terintegrasi kembali dengan angkutan kereta api dapat berkontribusi terhadap kemajuan angkutan logistik nasional yang efektif, efisien, dan dapat mengurangi beban logistik di jalan raya.

“Reaktivasi jalur kereta api yang terintegrasi dengan Terminal Petikemas Surabaya selaras dengan visi KAI yaitu menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia,” ucap Didiek.

Direktur Utama Pelindo III, Boy Robyanto mengatakan, penggunaan jalur kereta api di Terminal Petikemas Surabaya diharapkan mampu mendukung kelancaran arus distribusi barang baik yang menuju pelabuhan maupun keluar dari pelabuhan.

"Penggunaan kereta api dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang terjadi di jalan raya. Selain itu, penggunaan kereta api diharapkan mampu mempercepat pergerakan barang dikarenakan memiliki jalur khusus yang bebas dari hambatan," ujarnya.

Boy mengungkapkan, selain di Pelabuhan Tanjung Perak jalur kereta api juga terdapat di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Jalur tersebut berada di area Terminal Perikemas Semarang yang terhubung dengan Stasiun Tawang.“Kami berharap setelah reaktivasi jalur kereta api di Terminal Petikemas Surabaya yang merupakan bagian dari Pelabuhan Tanjung Perak, dapat segera disusul dengan reaktivasi jalur kereta api lainnya seperti yang ada di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang,” ucapnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Operasi Terakhir 2016

Diketahui, jalur Terminal Petikemas Surabaya - Stasiun Kalimas kembali diaktifkan setelah terakhir beroperasi pada 30 Maret 2016. PT KAI telah melakukan berbagai persiapan sebelum jalur itu dinyatakan laik operasi, diantaranya pembongkaran material yang menutupi jalan rel, penggantian wesel dan bantalan rel baru, serta memperbaiki posisi rel.

Usai dilakukan proses reaktivasi, Terminal Petikemas Surabaya memiliki dua jalur kereta api yang masing-masing mampu mengakomodir angkutan KA Barang Petikemas dengan rangkaian 10 GD, sehingga total kapasitas muat Terminal Petikemas Surabaya adalah 20 GD berkapasitas 40 TEUs.

Pengaktifan kembali jalur tersebut merupakan salah satu wujud implementasi MoU antara KAI dan Pelindo III sebagai induk usaha Terminal Petikemas Surabaya yang dilakukan pada November 2020 lalu.

Dengan adanya kegiatan pengangkutan petikemas menggunakan kereta api sebagai moda transportasi, tentu memperkaya alternatif distribusi barang bagi Pelanggan, selain menggunakan truk sebagai moda transportasi hinterland yang tersedia selama ini.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait