VIDEO: Warga di Kediri Melaporkan Dugaan Telur Palsu

Oleh Yusron Fahmi pada 18 Mei 2021, 21:36 WIB
Diperbarui 18 Mei 2021, 21:36 WIB

Liputan6.com, Jakarta Hasil penelusuran, penemuan telur ayam yang diduga palsu itu terjadi di Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Penemuan telur ayam diduga palsu ini pertama kali dilaporkan oleh Linda Agustini.

Awalnya ia mengaku membeli 1 kilogram telur ayam dari pedagang kaki lima dan memasukkan ke dalam kulkas. Selain cangkang yang sulit dipecahkan, putih dan kuning telur juga mencair dan bercampur menjadi satu.

Tidak seperti telur pada umumnya. Bahkan dari dalam telur keluar cairan bening, yang kemudian mengeras seperti lem. Kulit ari yang berada di dalam cangkang juga kenyal saat ditarik. Seorang warga Ngadirejo, Kota Kediri, Jawa Timur, Linda Agustini, menemukan telur yang diduga palsu.

Linda membeli telur sebelum lebaran, di pedagang kaki lima di daerah Doko. Namun saat hendak dimasak, ternyata telur yang sudah disimpan di lemari pendingin sulit dipecahkan. Meski sudah beberapa kali dibenturkan ke benda keras. Selaput cangkangnya tebal dan keras, serta kondisi dalam telur sudah beku.

“Setelah kita beli 5 hari, saya mau bikin ceplok telur, ternyata telur yang aku dapet itu, ndak bisa aku buat, tapi beku, cangkangnya keras, putihnya itu berair, setelah kita diamkan kita panaskan berair, tapi kayak seperti air, bukan seperti telur itu,” Linda Agustini, Warga Kediri.

Linda sudah melaporkan dugaan telur palsu ke pihak Kepolisian. Pihak terkait akan segera melakukan uji lab, terkait penemuan telur ini.

“Ndak ada bukti kita kan belum bisa menemukan, akhirnya nanti kita koordinasi dengan dinas-dinas terkait nanti hasil seperti apa,” terang Anik Sumartini, Kabid Pengembangan Perdagangan Kota Kediri.

Sebelumnya, polisi meringkus dua orang di Pasuruan, Jawa Timur, karena kedapatan menjual telur ayam yang diduga palsu. Telur yang dijual, telur infertil dan telur busuk yang cukup berbahaya bagi para pengkonsumsinya. Demikian seperti diberitakan pada Liputan6, (18/5/2021).