Pengunjung Kebun Binatang Surabaya Capai 17.801 Saat Libur Lebaran

Oleh Dian Kurniawan pada 17 Mei 2021, 09:12 WIB
Diperbarui 17 Mei 2021, 09:12 WIB
Kebun Binatang Surabaya ramai pengunjung saat libur Lebaran. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)
Perbesar
Kebun Binatang Surabaya ramai pengunjung saat libur Lebaran. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Surabaya - Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) Chairul Anwar mengatakan, selama Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, mobilisasi pengunjung naik dibandingkan hari biasanya. 

“Makanya, pemberlakukan dua sesi kami tetap kami terapkan demi menjaga protokol kesehatan (prokes) dan jumlah kapasitasnya pun sudah sesuai dengan assesmen satgas Covid-19,” ujarnya, ditulis Senin (17/5/2021).

Chairul Anwar mengatakan, dua sesi tersebut pertama yaitu pukul 08.00 – 12.00 Wib dan sesi kedua pukul 13.00 – 16.30 Wib. Dari masing-masing sesi Chairul memastikan, kapasitas pengunjung sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh satgas Covid-19 Kota Surabaya yakni berjumlah lima ribu orang.

“Sehingga maksimal kapasitas lima ribu dalam tiap sesinya tidak mengalami penumpukan pengunjung karena sudah disesuaikan oleh satgas. Dan saat pergantian pengunjung kami lakukan penyemprotan disinfektan,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, dia menghitung, sejak hari H lebaran hingga hari ini, jumlah pengunjung yang paling ramai yakni hari ini. Dia merinci pada tanggal 13 Mei 2021 jumlah pengunjung kebun Binatang Surabaya berjumlah 2.852 orang.

Kemudian keesokan harinya 14 Mei meningkat menjadi 4.995 pengunjung. Selanjutnya, Sabtu 15 Mei mengalami peningkatan 4.956. Sementara itu, pada Minggu 16 Mei kemarin adalah puncaknya dengan jumlah pengunjung paling banyak yakni mencapai 4.998 orang.

“Alhamdulillah Minggu kemarin puncaknya. Paling banyak diantara hari pertama lebaran. Angka itu total kumulatif di sesi pertama dan kedua. Nah tim satgas internal kami juga terus berkeliling memastikan seluruh pengunjung disiplin prokes,” urainya.

Ia pun menceritakan, prokes di Kebun Binatang Surabaya dijaga sangat ketat. Mulai dari pintu masuk, di dalam wahana hingga di pintu keluar. Setidaknya ada 29 orang satgas internal yang tersebar di puluhan titik pos yang berpotensi terjadinya kerumunan. Tak hanya itu, humas KBS pun setiap waktu berkeliling menggunakan toa untuk mengingatkan pengunjung agar mematuhi prokes.

“Jadi kami bagi zonanya. Ada yang bertugas di zona mamalia, reptil dan masih banyak zona lainnya. Kami pun juga dibantu oleh satgas dari Linmas maupun satpol PP Kota Surabaya,” papar dia.

2 dari 3 halaman

Pantau Langsung

Chairul bercerita di hari kedua, saat dirinya memantau lokasi, ditemukan seorang pengunjung yang hendak masuk di area KBS tidak mengenakan masker. Alhasil, seketika dia pun langsung memberikan teguran bagi pengunjung itu dan memintanya untuk memakai masker. "Beliaunya marah dan akhirnya terpaksa kami tidak perkenankan masuk karena melanggar prokes," lanjutnya.

Semua itu dilakukan agar seluruh pengunnjung di KBS dapat tertib prokes demi menjaga kesehatan dan keselamatan warga. Oleh sebab itu, Chairul mengimbau apabila warga ingin berwisata di dalam kota salah satu alternatifnya adalah KBS.

Menurut dia, KBS merupakan tempat wisata dengan udara yang segar, dapat menikmati kawasan konservasi yang sehat, bersih dan rapi. Dia pun berpesan sebelum warga berangkat ke lokasi dipastikan untuk tetap menjaga stamina.

“Tolong saat datang ke sini dipastikan kondisi dan imunnya fit, tidak lupa untuk sarapan dan bila perlu minum vitamin. Jangan lupa patuhi prokes yang ada di kawasan ini,” pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓