Update Covid-19 Jatim Usai Lebaran: Positif 150.901, Sembuh 138.310, Meninggal 10.977

Oleh Liputan6.com pada 15 Mei 2021, 06:15 WIB
Diperbarui 15 Mei 2021, 06:15 WIB
Surabaya Gencar Kampanye 3M Lewat Seni Mural
Perbesar
Seorang perempuan melewati mural yang mengajak orang untuk memakai masker di tengah pandemi Covid-19 di Surabaya, Minggu (25/10/2020). Mural di sepanjang dinding itu sebagai sarana imbauan kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19. (Juni Kriswanto/AFP)

Liputan6.com, Surabaya - Kasus Covid-19 di Jatim masih mengalami penambahan. Data terakhir Kemenkes pada Jumat (14/5/2021) menyebutkan, ada penambahan sebanyak 141 kasus baru di Jatim.

Dengan penambahan ini jumlah total kasus positif di Jatim saat ini adalah 150.901.

Selain itu, Jatim melaporkan adanya penambahan jumlah pasien sembuh sebanyak 173 kasus. Dengan begitu jumlah kasus sembuh di Jatim saat ini adalah 138.310 kasus.

Jatim juga mencatatkan angka kematian 15 kasus. Penambahan ini membuat jumlah total kematian akibat Covid-19 di Jatim menjadi 10.977 kasus.

2 dari 3 halaman

Hoaks Covid-19

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur (Jatim), Benny Sampirwanto memastikan kabar jumlah kasus Covid-19 meledak di Jatim adalah hoaks. Faktanya, tidak ada keterangan resmi dari kementerian kesehatan soal perkiraan ledakan kasus Covid-19 di Jatim.

"Jumlah kasus dalam pesan yang beredar tersebut cenderung menyesatkan karena berbeda dengan rilis kasus harian yang keluarkan gugus tugas Covid-19," ujarnya, Jumat (14/5/2021).

Benny mengungkapkan, jumlah kasus yang dirilis di Jatim setiap hari adalah jumlah kumulatif yang terdiri dari kasus positif, kasus meninggalkan dunia dan kasus sembuh.

"Pesan sejenis yang menyesatkan tersebut juga beredar di beberapa daerah dengan narasi yang mirip hanya lokus wilayah yang berbeda. Misalnya beredar di Provinsi Jateng dan Kota Serang, Banten," ucapnya.

Benny menegaskan, menyikapi pandemi Covid-19 yang masih belum ada vaksinya sampai saat ini, maka penerapan Protokol Kesehatan harus dilakukan, yaitu memakai masker menutupi hidung dan mulut sampai dengan dagu.

"Selanjutnya, sering mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir. Menjaga jarak serta meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat," ujarnya di Jatim.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓