Gubernur Khofifah Rayakan Lebaran dengan Pekerja Migran Asal Jatim

Oleh Liputan6.com pada 14 Mei 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 14 Mei 2021, 18:00 WIB
Pemerintah Kota Kediri Siapkan 46 Tempat Karantina Untuk Menerima Kepulangan Pekerja Migran Indonesia
Perbesar
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengecek Ruang Karantina di Kelurahan Bangsal, Senin (26/4/2021). (Dok. Pemkot Kediri)

Liputan6.com, Surabaya- Sebanyak 8.188 pekerja migran Indonesia (PMI) sudah tiba di Jatim sampai dengan 13 Mei 2021. Pemprov Jatim mencatat 76 orang PMI terkonfirmasi positif Covid-19 dan 359 PMI menjalani masa karantina aktif.

“Diperkirakan 14.000-an PMI asal Jatim dari berbagai negara akan datang sampai Juli 2021,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, seperti yang dikutip dari Antara, Jumat (14/5/2021).

Ia mengatakan para pekerja migran tersebut telah habis masa kontrak di tempat kerjanya sehingga tidak boleh tinggal lebih lama di negara lain.

Pemprov Jatim mengurusi kepulangan dan karantina pekerja migran. Mereka yang telah dinyatakan negatif akan dikoordinasikan dengan pemprov dan pemda masing-masing serta dilengkapi surat keterangan negatif Covid-19, sekaligus surat jalan.

Setibanya di daerah, pekerja migran juga masih harus menjalani masa karantina di sentra shelter selama tiga hari. Lalu mereka menjalani uji seka kedua diikuti dengan PPKM mikro selama 14 hari.

“Karantina berlapis harus dilakukan agar semua senantiasa terlindungi dan dipastikan sehat, baik diri sendiri maupun keluarga di kampung,” ucapnya.

Gubernur Khofifah mengunjungi pekerja migran yang sedang menjalani masa karantina di Asrama Haji Surabaya, sekaligus turut merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah, Kamis (13/5/2021) sore. Orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut membawa makanan khas lebaran, seperti ketupat sayur, lepet dan kurma.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓