Cari Makan Sahur, Editor Media Online Dikeroyok Orang Tak Dikenal

Oleh Dian Kurniawan pada 12 Mei 2021, 14:49 WIB
Diperbarui 12 Mei 2021, 14:58 WIB
Editor Detik.com Suki menjadi korban pengeroyokan orang tak dikenal. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)
Perbesar
Editor Detik.com Suki menjadi korban pengeroyokan orang tak dikenal. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Surabaya - Seorang editor portal media nasional di Surabaya, Suki (32), warga Bogor yang kos di Jalan Mangkunegoro, Wonokromo, Surabaya, dikeroyok orang tak dikenal.

"Benar ada dugaan pengeroyokan editor Detikcom Mas Suki. Laporan baru diterima dan ditindaklanjuti olah TKP, motif juga masih kami dalami. Bukti-buktinya sementara laporan mas Suki visum dari rumah sakit," ujar Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, Iptu Arie di Mapolsek Wonokromo, Rabu (12/5/2021).

Arie menegaskan, pihaknya saat ini sedang penyelidikan di TKP serta mencari bukti pendukung seperti rekaman kamera pengawasan CCTV di lokasi kejadian.

"Korban mengaku didatangi dua pelaku yang mengaku ada yang menabrak si pelaku. Korban mengalami kekerasan fisik di daerah Ciliwung, Wonokromo. Korban dikeroyok di tangan dan sekitar wajah," ucapnya.

Sementara itu, Suki menceritakan bahwa dirinya saat itu keluar kos mengendarai motor untuk membeli makan sahur, sekitar pukul 02.15 WIB. Saat berada di traffic light, lanjut Suki, tepatnya Jalan Diponegoro (dekat SPBU), ada dua orang berboncengan mendekatinya. Tiba-tiba saja mereka menuduhnya telah menabrak mereka.

"Mereka menuduhkan sesuatu yang tidak saya lakukan. Sebelum lampu hijau menyala, mereka sempat mengemplang helm saya," kata Suki.

Suki pun spontan tancap gas setelah lampu hijau menyala. Dia berharap dua orang itu mengejarnya. Namun Suki tetap melihat mereka di belakang lewat spion. Suki yang menerobos traffic light berikutnya demi lepas dari kejaran mereka bahkan nyaris bertabrakan dengan kendaraan lain.

"Sampai pada satu titik saya memutuskan untuk mencari pertolongan. Saya masuk ke halaman Bank NISP di Jalan Ciliwung agar berharap mendapat pertolongan. Karena saya melihat ada seorang sekuriti yang tengah berjaga di halaman bank tersebut," lanjut Suki.

2 dari 3 halaman

Satpan Tak Berani Melerai

Namun setelah memarkirkan motornya, tanpa basa-basi dua orang tersebut mengeroyok Suki. Mereka menghajar dan menendang sambil memaksanya mengakui apa yang tidak pernah Suki lakukan.

"Beberapa saat kemudian mereka merasa puas sudah membuat saya babak belur. Namun mereka tetap menuduh saya telah menabrak mereka. Sehingga mereka memekasa saya membayar ganti rugi Rp 200 ribu," cerita Suki.

Namun waktu itu, kata Suki, uang cash di dompetnya tinggal Rp 100 ribu. Tanpa berpikir panjang dia langsung menyerahkan uang tersebut dengan harapan mereka segera meninggalkannya

"Dalam pengeroyokan itu, sepintas saya melihat dua motor. Motor yang pertama berboncengan dua. Motor yang satu lagi seorang diri," ucapnya.

"Namun menurut sekuriti bank, ada empat orang yang mengeroyok saya. Salah satu motor berboncengan tiga. Karena itu sekuriti tidak berani melerai atau memberikan pertolangan saat saya dikeroyok," ujar Suki.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓