Kawasan Wisata Bromo Semeru Tutup Total Saat Libur Lebaran

Oleh Zainul Arifin pada 12 Mei 2021, 14:08 WIB
Diperbarui 12 Mei 2021, 14:08 WIB
Gunung Bromo
Perbesar
Gunung Bromo (Sumber: Pixabay)

Liputan6.com, Malang - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menutup seluruh tempat wisata di kawasan taman nasional itu selama libur lebaran Idul Fitri 2021. Penutupan terhitung sejak hari lebaran atau pada 13 Mei sampai 23 Mei 2021.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BB TNBTS, Novita Kusuma Wardani, mengatakan penutupan total seluruh wisata di kawasan Bromo termasuk pendakian Semeru itu demi mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 di masa libur lebaran Idul Fitri 2021.

“Juga ada periode pengetatan perjalanan di dalam negeri. Maka semua obyek wisata ditutup total saat libur lebaran,” kata Novita melalui keterangan tertulis, Selasa, 11 Mei 2021.

Penutupan tersebut juga mempertimbangkan adendum Surat Edaran Gugus Tugas COVID-19 Nomor 13 tahun 2021. Serta keluarnya Surat Edaran Bupati Probolinggo dan Surat Edaran Bupati Lumajang, serta Telegram Kapolri Nomor STR/336/IV/PAM.3.2/2021.

Seluruhnya berkaitan dengan kewaspadaan terhadap potensi meluasnya penyebaran Covid-19 selama periode libur lebaran Idul Fitri 2021. Apalagi sekarang ini juga sedang diterapkan kebijakan penyekatan wilayah untuk membatasi pergerakan masyarakat.

Masyarakat yang terlanjur pesan tiket secara daring untuk kunjungan saat libur lebaran, maka dapat menjadwal ulang lantaran periode itu ditutup. Dapat berpelesir setelah kawasan taman nasional Bromo dan Semeru saat kembali dibuka lagi.

“Kami meminta masyarakat dan calon pengunjung memperhatikan kebijakan ini,” ujar Novita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Semeru Tutup Lagi

Dengan adanya kebijakan ini, maka pendakian ke Gunung Semeru yang baru dibuka pada 1 April 2021 lalu kini harus tutup lagi. Selama pandemi ini pengelola taman nasional sudah menerapkan pembatasan kuota pengunjung.

Untuk pendakian ke Gunung Semeru misalnya selama masa pandemi ini hanya diberi kuota sebanyak 180 orang per hari atau 30 persen dari daya dukung. Sebab bila situasi normal, rata – rata pendakian bisa sebanyak 600 orang per hari.

 

Lanjutkan Membaca ↓