Makna Khusus dari Bagi-Bagi 568 Paket Beras dan Angpau Idul Fitri di Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban

Oleh Ahmad Adirin pada 09 Mei 2021, 18:30 WIB
Diperbarui 09 Mei 2021, 18:30 WIB
Kwan Sing Bio Kabupaten Tuban
Perbesar
Pengurus Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Kabupaten Tuban, terus berkomitmen untuk meringankan beban masyarakat dan membantu percepatan pemulihan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19 ini.

Liputan6.com, Surabaya- Pengurus Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Kabupaten Tuban berkomitmen untuk meringankan beban masyarakat dan membantu percepatan pemulihan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19 ini. Hal tersebut dibuktikan dengan kembali melakukan kegiatan sosial di Tuban untuk sesama pada bulan suci ramadan 1442 Hijriah.

Kali ini, pengurus kelenteng terbesar se-Asia Tenggara itu membagikan ratusan paket beras dan angpau kepada masyarakat hingga tukang becak. Harapannya, dengan bingkisan itu mampu meringankan beban masyarakat di tengah Pandemi Covid-19 dan penerima dapat merayakan hari raya lebaran dengan penuh sukacita.

"Kemarin kami bagikan paket beras dan angpao yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19 dan bisa digunakan untuk lebaran," kata Alim Sugiantoro, Ketua Penilik Domisioner TITD Kwan Sing Bio Tuban, Sabtu, (8/5/2021).

Umat kelenteng membagikan sebanyak 568 paket beras dan angpau. Setiap satu paket beras ini berisi 5 kilogram beras. Pembagian ini dipelopori Alim Sugiantoro dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona.

Angpau dan beras yang dibagi sebanyak 568 paket ini memiliki makna yang khusus. Arti angka 568 semoga Dewa Kongco dan Tuban merestuinya, angka 5 adalah kebinekaan yang tidak memandang golongan.

Kemudian angka 6 adalah Luk yang merupakan jalan keberuntungan. Lalu angka 8 adalah Fa (fuk) yang berarti rejeki yang sehat dan baik. Harapannya, Indonesia akan menghasilkan rezeki banyak dan sehat dalam rangka menangkal Covid-19 dengan menerapkan 3 M yakni memakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan.

Alim menerangkan pengurus berkomitmen dan bertekad untuk kembali berbagi untuk sesama yang membutuhkan di tengah Pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Dengan kegiatan ini diharapkan rakyat bisa terbantu setelah menerima paket sembako.

Ia juga meminta pemberian angpau pada hari raya Idul Fitri jangan dilihat dari nominalnya. Namun, terpenting adalah kepedulian untuk sesama dalam rangka meringankan beban dan memberi semangat pada masyarakat yang membutuhkan.

"Pemberian angpau ini guna  memberikan semangat untuk tahun depan, semuanya harus bisa punya uang yang lebih dari tahun ini. Itulah perjuangan tahun kerbau," ujar tokoh Konghucu di Tuban ini.

 

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓