RT dan RW di Surabaya Minta Segera Divaksinasi, Ini Alasannya

Oleh Liputan6.com pada 06 Mei 2021, 00:12 WIB
Diperbarui 06 Mei 2021, 00:12 WIB
Vaksinasi tahap II di Surabaya. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)
Perbesar
Vaksinasi tahap II di Surabaya. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Surabaya - Anggota DPRD Surabaya Arif Fathoni meminta Pemkot untuk segera memberikan vaksinasi kepada  ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga  (RW) sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 selama larangan mudik diberlakukan.

"Saya dapat masukan banyak dari masyarakat terutama para ketua RT dan RW agar mereka segara mendapat vaksinasi saat kegiatan reses di Kecamatan Mulyorejo," kata Arif Fathoni di Surabaya, Rabu (5/5/2021), seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, vaksikasi yang digelar Pemkot Surabaya untuk menangkal penyebaran Covid-19 harus terus dilakukan dengan gencar dan menyentuh kepada seluruh lapisan masyarakat. 

"Meski tidak diperkenankan bepergian keluar kota saat libur Lebaran, interaksi antarwarga tetap tinggi. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah dalam upaya melakukan vaksinasi," kata Ketua DPD Partai Golkar Surabaya ini.

Menurutnya, alasan ketua RT dan RW cukup masuk akal karena setiap hari mereka bertemu dan berinteraksi dengan warga, sehingga apabila sudah divaksin, maka kerja-kerja yang mereka lakukan dalam menjalankan program pemerintah bisa terlaksana dengan baik, tanpa khawatir terpapar.

Untuk itu, ia berharap, Pemkot Surabaya segera merampungkan program vaksinasi untuk seluruh Ketua RT dan RW se-Kota Surabaya agar tugas mereka maksimal. Selain itu, apabila para ketua RT dan RW serta warga Surabaya sudah mendapat vaksin, diharapkan tetap melaksanakan protokol kesehatan (Prokes). 

''Tetap pakai masker meski sudah divaksin, laksanakan prokes, dan mereka yang belum mendapat vaksin saya berharap Pemkot memasukkan mereka dalam daftar prioritas,'' kata dia. 

2 dari 3 halaman

Terus Berlanjut

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara sebelumnya mengatakan vaksinasi COVID-19 di Surabaya saat ini sudah di atas 600 ribu orang. Mereka terdiri dari Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), lanjut usia (lansia) serta pelayanan publik dari berbagai instansi pemerintahan. 

Tidak hanya itu, vaksinasi juga sudah dilakukan kepada para guru, tokoh agama, pedagang pasar, pelaku UMKM, sentra WSWK, pekerja hotel dan lainnya.

Febri memastikan meskipun saat ini bulan Ramadhan namun tidak menyurutkan niat petugas berkeliling memberikan vaksin kepada masyarakat. Ke depan, ia menargetkan seluruh warga Kota Pahlawan sudah mendapatkan vaksin. 

"Bismillah kita terus masifkan ini, sehingga nantinya tidak ada lagi warga yang belum divaksin," katanya. 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓