Ini Dia Penyebab Inflasi di Kota Malang pada April 2021 

Oleh Liputan6.com pada 04 Mei 2021, 07:18 WIB
Diperbarui 04 Mei 2021, 07:18 WIB
Tiga Taman Peninggalan Kolonial Belanda di Kota Malang
Perbesar
Alun - alun Tugu atau Taman Tugu Malang tepat di depan Balai Kota Malang(Liputan6.com/Zainul Arifin)

Liputan6.com, Surabaya - Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,10 persen pada April 2021. Hal ini yang didorong peningkatan pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Kepala BPS Kota Malang Erny Fatma Setyoharini mengatakan, pada kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya tersebut, terjadi kenaikan sebesar 0,34 persen, dan memberikan andil terhadap inflasi Kota Malang sebesar 0,02 persen.

"Untuk April 2021, Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,10 persen," kata Erny, Senin (3/5/2021) seperti dikutip dari Antara.

Erny menjelaskan, selain kenaikan pada kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya tersebut, kenaikan juga tercatat terjadi pada kelompok pengeluaran rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,30 persen.

Selain itu, ada kenaikan sebesar 0,29 persen pada kelompok pengeluaran penyedia makanan, dan minuman atau restoran, serta perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang mengalami kenaikan sebesar 0,18 persen.

Kemudian, kenaikan juga terjadi pada kelompok pakaian, dan alas kaki sebesar 0,08 persen, makanan, minuman, dan tembakau 0,07 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,07 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen, dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen.

"Sementara untuk kelompok pengeluaran pendidikan tetap dan kelompok transportasi mengalami penurunan 0,04 persen," kata Erny.

2 dari 3 halaman

Kenaikan Komoditas

Erny menambahkan jika dilihat dari sisi komoditas utama, inflasi di Kota Malang didorong adanya kenaikan pada beberapa komoditas, seperti daging ayam ras naik sebesar 9,96 persen, telur ayam ras 4,21 persen, daging sapi 1,57 persen, dan cabai merah 14,96 persen.

Sementara untuk kelompok yang menghambat inflasi, lanjut Erny, diantaranya adalah penurunan harga cabai rawit sebesar 37,93 persen, vitamin 5,62 persen, bawang merah 3,37 persen, dan beras 0,2 persen.

Tercatat, inflasi tahun kalender Kota Malang sebesar 0,22 persen, dan inflasi year on Year (YoY) sebesar 1,48 persen. Sementara secara Month to Month Kota Malang sepanjang 2021, cenderung bergerak stabil, dan rendah.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓