Meriahkan Ramadan, RSUD dr. Iskak Tulungagung Gelar Lomba Kultum Antarnakes

Oleh Liputan6.com pada 29 Apr 2021, 13:15 WIB
Diperbarui 29 Apr 2021, 13:15 WIB
FOTO: Pesan Nakes dalam Peringatan 1 Tahun RSDC Wisma Atlet
Perbesar
Tenaga kesehatan menuliskan ucapan setahun RSDC Wisma Atlet saat acara bermain angklung di RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Selasa (23/3/2021). Acara tersebut dilakukan dalam rangka satu tahun beroperasinya RSDC Wisma Atlet Kemayoran. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Surabaya - Manajemen RSUD dr. Iskak Tulungagung, menggelar final lomba dakwah bertajuk kultum atau kuliah tujuh menit yang diikuti tenaga kesehatan dan karyawan rumah sakit tersebut.

Ada enam finalis yang tampil dalam penjurian babak akhir tersebut. Mereka merupakan peserta pilihan yang lolos dalam babak seleksi yang diikuti 23 perwakilan dari masing-masing unit/ruang pelayanan yang ada di RSUD dr. Iskak Tulungagung.

"Semua peserta tampil bagus. Kami sempat mengalami kesulitan dalam membuat penilaian. Enam orang finalis ini bisa dibilang yang terbaik dari seluruh peserta yang semuanya tampil baik dan apik," kata Salah satu dewan juri Lomba Kultum, Mochamad Rifai, dilansir dari Antara.

Lomba itu sudah berlangsung sepekan, digelar manajemen RSUD dr. Iskak untuk memeriahkan suasana Ramadhan di lingkungan nakes dan karyawan setempat.

Sejumlah aturan lomba kultum kali ini sebagai berikut, waktu yang diberikan dewan juri yakni tujuh menit. Jika melebihi maka nilainya bisa berkurang, selanjutnya materi dakwah terdiri dari pembukaan, materi dakwah, serta kesimpulan.

”Biasanya kesimpulan lupa dibawakan, ini penting karena biasanya ada jamaah yang terlambat hadir sehingga perlu diberikan kesimpulan,” terang Rifai di Tulungagung.

 

Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tambah Semangat Nakes

Krisis tenaga kesehatan
Perbesar
Tenaga kesehatan melakukan persiapan sebelum kegiatan tes swab massal di Puskesmas Ciganjur, Jakarta, Kamis (7/1/2020). Lonjakan kasus virus corona berpotensi terjadinya krisis tenaga kesehatan (nakes) karena banyak yang tertular dan gugur saat menangani pasien Covid-19. (merdeka.com/Arie Basuki)

Penampilan di atas panggung dan wawasan atau pengetahuan juga termasuk penilaian dewan juri. Materi dakwah yang dibawakan dalam lomba kultum ini beragam, mulai dari rahasia kematian, berbagi rizki, dan lain sebagainya.

Salah satu peserta Lomba Kultum, Maulana Rahmat Hidayatullah, seorang perawat di Graha Hita Husada mengatakan persiapan lomba dengan membikin outline, kemudian dihafalkan materinya.

”Saya sebelumnya mengajar. Jadi sudah terbiasa tampil di depan publik, kalau dulu publiknya adalah mahasiswa,” terang Maulana.

Ia berharap lomba kultum ini ditingkatkan terus kualitasnya sehingga bisa membuat para karyawan termotivasi meningkatkan kualitas keislaman dan keimanannya.

Peserta lainnya Mochammad Suyuti dari Poli Rawat Jalan mengatakan, persiapan lomba kultum selama satu bulan, seperti mengisi kegiatan dakwah di musala dan masjid.

”Dahulu belajar juga di majelis tahlil, yasin dan sebagainya,” kata Suyuti meneritakan latar belakang pengalamannya.

”Terima kasih dengan acara ini, karena bisa menambah semangat para karyawan untuk tidak lupa beribadah,” ucapnya mengapresiasi kegiatan lomba Kultum di Bulan Suci Ramadhan.

Sementara itu pengumuman lomba-lomba seperti lomba tanfidz, cerdas cermat, dan kultum bakal diadakan pada Rabu depan, 5 Mei 2021 secara daring.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya