DKP Pamekasan Targetkan 60 Ribu Ton Garam di 2021

Oleh Liputan6.com pada 26 Apr 2021, 23:10 WIB
Diperbarui 26 Apr 2021, 23:10 WIB
Kualitas Garam Lokal Dinilai Belum Penuhi Standar Industri, Solusinya?
Perbesar
Sedikitnya 300 hektare tambak garam di Kabupaten Cirebon terkikis akibat abrasi tiap tahunnya. Foto : (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Liputan6.com, Surabaya - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menargetkan produksi garam rakyat pada musim produksi garam tahun 2021 sebanyak 60 ribu ton, meningkat dua kali lipat dibanding produksi tahun 2020.

"Peningkatan target produksi ini, karena berdasarkan prakiraan, cuaca kemarau tahun ini bagus, sehingga produksi garam akan lebih baik dibanding tahun sebelumnya," kata Kepala Bidang Perikanan dan Budi Daya DKP Pamekasan Lutfi Asari di Pamekasan, Minggu, 25 April 2021.

Ia menuturkan pada musim produksi garam 2020, produksi garam di Pamekasan dari semua lokasi tambak garam sebanyak 30.726 ton.

Jumlah itu, merupakan hasil produksi garam dari 15 desa penghasil garam yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Galis, Pademawu dan Kecamatan Tlanakan dengan total luas areal tambak 913,5 hektare, dilansir dari Antara.

"Luas areal lahan tahun ini sama dengan tahun lalu, akan tetapi cuaca diperkirakan bagus, sehingga kami optimistis produksi akan meningkat tajam," katanya.

Jika cuaca saat kemarau normal dan tidak sering turun hujan, maka dalam satu musim petambak bisa memproduksi hingga 10 kali.

Menurut Lutfi, pada musim produksi garam pada 2020, petambak garam di Pamekasan rata-rata hanya bisa memproduksi garam antara dua hingga tiga kali, sehingga hasil produksinya juga sedikit.

"Jadi, target produksi garam 60 ribu ton ini merupakan target minimal, dan kami berharap bisa lebih dari itu. Tentunya apabila didukung oleh kondisi kemarau yang bagus, karena produksi garam ini bergantung pada kemarau," katanya.

Jika intensitas hujan sering, maka produksi garam di Pamekasan tidak akan maksimal. Seperti yang terjadi di tahun 2020, di mana produksi garam menurun.

 

2 dari 3 halaman

Luas Tambak Garam di Pemekasan

petani garam Madura
Perbesar
sejumlah petani di desa Pademawu, Kabupaten Pamekasan, sedang memanen garam

Selain karena cuaca yang tidak mendukung, yang juga menyebabkan produksi garam pada musim produksi 2020 hanya sekitar 30 ribu ton lebih, juga karena pandemi COVID-19.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSPB) yang diberlakukan pemerintah, menyebabkan petani banyak tidak berproduksi.

"Sekarang situasinya sudah membaik, sehingga target yang produksi yang kami tetapkan juga bertambah dibanding tahun sebelumnya," kata Lutfi Asari.

Jumlah total luas areal tambak garam di Kabupaten Pamekasan sebesar 913,5 hektare, tersebar di 15 desa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Galis, Pademawu dan Kecamatan Tlanakan.

Di Kecamatan Galis, ada empat desa yang menjadi produsen garam, yakni Desa Lembung, Polagan, Konang dan Desa Pandang, dengan luas tambak garam mencapai 458,6 hektare.

Di Kecamatan Pademawu desa yang memproduksi garam tersebar di delapan desa, yakni Desa Dasuk, Bunder, Pademawu Timur, Tanjung, Padelegan, Majungan, Pegagagan dan Desa Baddurih dengan luas tambak garam mencapai 445,4 hektare.

Sedangkan di Kecamatan Tlanakan, produksi garam di tiga desa, yakni Desa Tlesah, Tlanakan dan Desa Branta Tinggi dengan total luas tambak garam 9,6 hektare.

Dari 15 desa penghasil garam yang tersebar di tiga kecamatan itu, desa dengan luas tambak garam terbanyak ialah Desa Lembung, Kecamatan Galis, yakni 245 hektare dengan total produksi dalam kondisi normal mencapai 1.581,00 ton, sedangkan yang paling sedikit ialah Desa Tlesah, Kecamatan Tlanakan, yakni 2,6 hektare dengan total produksi rata-rata mencapai 33,00 ton.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓