Warga Muntah Darah Usai Divaksinasi, Begini Penjelasan Dinkes Pamekasan

Oleh Liputan6.com pada 15 Apr 2021, 10:08 WIB
Diperbarui 15 Apr 2021, 10:08 WIB
Ilustrasi penelitian vaksin Covid-19.  Prasesh Shiwakoti/Unsplash
Perbesar
Ilustrasi penelitian vaksin Covid-19. Prasesh Shiwakoti/Unsplash

Liputan6.com, Surabaya - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan Achmad Marsuki memastikan seorang warga yang dilaporkan muntah darah usai menjalani suntik vaksin COVID-19 bukan karena kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI), namun akibat penyakit lain.

"Itu bukan karena KIPI, namun karena kejadian lain yang waktunya memang hampir bersamaan," kata Marzuki di Pamekasan, Rabu, saat menjelaskan hasil diagnosa tim medis dari Dinkes Pamekasan terhadap warga yang mengalami muntah darah pascavaksinasi COVID-19.

Saat ini, kata Marsuki, kondisi warga tersebut sudah membaik dan telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, dilansir dari Antara.

Warga yang mengalami muntah darah setelah mengikuti vaksinasi COVID-19 itu bernama Mario Tri Atnarto, asal Dusun Tengah, Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

Mario yang merupakan tenaga honorer di Dinas Pertanian Kabupaten Pamekasan mengikuti vaksinasi COVID-19 bersama teman sekantor di Puskesmas Pademawu.

Pegawai dengan nomor tiket P-GRIR2MSI ini menerima suntikan vaksin COVID-19 di Puskesmas Pademawu pada 24 Maret 2021 dengan vaksin Coronavac dan selanjutnya vaksinasi tahap kedua pada 7 April 2021.

 

2 dari 3 halaman

Alami Mual

Banner Infografis Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Banner Infografis Perbandingan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saat di lokasi vaksinasi, Mario tidak merasakan gejala apapun hingga waktu tunggu 30 menit yang diberikan petugas selesai.

Hanya saja, setelah Mario pulang ke rumah, ia mengalami mual, lalu muntah darah. Pihak keluarga Mario Atnarto menduga kuat hal itu akibat vaksinasi COVID-19, karena sebelumnya Mario tidak memiliki riwayat penyakit apapun.

Melihat kondisinya kian parah, Mario Atnarto selanjutnya dirujuk ke Puskesmas Larangan Badung.

Saat tiba di Puskesmas Larangan, Mario diinfus oleh petugas medis, karena kondisi tubuhnya lemah, tidak langsung bisa karena diduga mengalami pembekuan darah.

Hasil pemeriksaan laboratorium oleh petugas medis menyebutkan bahwa Mario Atnarto menderita infeksi paru-paru dan kondisi itu sudsh terjadi sebelum vaksinasi pertama.

"Jadi, yang dialami Mario itu bukan karena KIPI, tapi karena penyakit lain yang menyertainya," kata Marzuki.

Kasus muntah darah pascavaksinasi sebagaimana terjadi pada tenaga horoner di Dinas Pertanian Pamekasan ini merupakan kali pertama sejak vaksinasi COVID-19 digelar di Kabupaten Pamekasan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓