Jadi Partai Favorit Milenial di Jatim, PDIP: Inovasi dan Komunikasi Kuncinya

Oleh Dian Kurniawan pada 14 Apr 2021, 23:59 WIB
Diperbarui 14 Apr 2021, 23:59 WIB
Megawati Ajak Kader dan Simpatisan Tidak Golput
Perbesar
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani saat menghadiri kampanye rapat umum di Solo, Jawa Tengah, Minggu (31/3). Kampanye yang dihadiri ribuan kader PDIP Se-Jawa Tengah untuk membuktikan kader dan simpatisan bersatu. (Liputan6.com/HO/Iwan)

Liputan6.com, Surabaya - Hasil riset Surabaya Survei Center (SSC) menempatkan PDIP sebagai partai yang paling banyak dipilih oleh kalangan milenial di Jawa Timur. Partai berlambang kepala banteng itu menjadi top of mind hingga paling dipilih di kalangan milenial Jatim.

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDIP Jatim, Deni Wicaksono, bersyukur atas hasil survei independen yang telah dipublikasikan luas tersebut.

”Artinya, kebijakan maupun pola komunikasi yang dibangun oleh para kader PDI Perjuangan, baik di eksekutif, legislatif, maupun struktur partai sesuai harapan publik, termasuk kalangan milenial,” ujar Deni, Selasa (13/4/2021).

Seperti diketahui, SSC melakukan survei pada 5-25 Maret 2021 di 38 kabupaten/kota se-Jatim. Terdapat 1070 responden yang dipilih dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 3 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Penentuan responden dari kalangan milenial dalam setiap kartu keluarga dilakukan dengan bantuan kish grid.

Hasil survei tersebut, PDIP menempati posisi teratas di antara seluruh partai yang ada. Top of mind PDIP di kalangan milenial mencapai 22,9 persen, disusul PKB 9,5 persen, Gerindra 5,8 persen, dan semua partai lainnya di bawah 5 persen.

Deni menjelaskan, selama ini seluruh kekuatan PDIP Jatim memang terus bergerak dan hadir di tengah problematika masyarakat. Bagi kader yang duduk sebagai kepala daerah, PDIP mewajibkan untuk selalu membuat kebijakan yang mengutamakan kepentingan masyarakat, termasuk kaum milenial.

”Publik telah melihat begitu banyak pemimpin muda dan para kepala daerah berprestasi di Jawa Timur dari PDI Perjuangan yang tidak pernah hanya bekerja di balik meja. Mereka turun membantu masyarakat, mereka menelurkan banyak inovasi kebijakan yang bahkan menjadi referensi tingkat nasional,” ujarnya.

Bagi kader PDIP yang menjadi anggota parlemen, lanjut Deni, diwajibkan melakukan advokasi setiap permasalahan warga serta mengawal kebijakan pemerintah yang pro kepada masyarakat luas.

”Demikian pula kader yang duduk di struktur partai, semuanya bergotong royong membantu masyarakat menyelesaikan problematikanya,” papar anggota DPRD Jawa Timur tersebut.

2 dari 3 halaman

Aktif di Medsos

Deni menambahkan, politik kebijakan para kader tersebut kemudian berpadu dengan pola komunikasi khas milenial. Setiap kepengurusan aktif menjalin komunikasi melalui media sosial. Para kader pun aktif di kanal media sosialnya masing-masing. Dan tidak sekadar aktif di media sosial, setiap kader PDIP juga responsif menjawab masalah atau pengaduan publik.

”Tidak sedikit kader PDI Perjuangan mengembangkan aplikasi untuk merespons setiap pengaduan. WhatsApp Center yang dimiliki kepala daerah, wakil kepala daerah, maupun anggota parlemen dari PDI Perjuangan sangat aktif,” jelas politisi muda tersebut.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait