BMKG Serahkan Peta Rawan Bencana ke Pemkab Malang, Ini Catatannya

Oleh Liputan6.com pada 14 Apr 2021, 17:06 WIB
Diperbarui 14 Apr 2021, 17:06 WIB
Megengan Ramadan Warga Majengtengah yang Terdampak Gempa Malang
Perbesar
Tim relawan dan personel TNI AU (Senin, 12 April 2021) merobohkan sebuah rumah yang rusak parah di Dusun Krajan, Desa Majangtengah, Dampit, Malang, akibat gempa bumi pada 9 April 2021 (Liputan6.com/Zainul Arifin).

Liputan6.com, Surabaya - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyerahkan peta dan kajian daerah rawan bencana di wilayah Malang, kepada Pemerintah Kabupaten Malang.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, untuk saat ini rekomendasi dalam bentuk kajian dan peta yang diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Malang tersebut, berupa peta rawan tsunami, dan peta persiapan musim kemarau.

"Kami memberikan bantuan berupa rekomendasi, dalam bentuk peta dan kajian. Kami telah menyerahkan peta rawan tsunami dan peta persiapan musim kemarau," kata Dwikorita, di Pendopo Agung Malang, Selasa, 13 April 2021.

Peta dan kajian tersebut diserahkan BMKG kepada Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto. Dwikorita yang biasa disapa Rita tersebut menambahkan pihaknya juga tengah melakukan survei, dan mengukur kerentanan tanah terhadap gempa bumi di Kabupaten Malang, dilansir dari Antara.

Menurut Rita, hasil survei tersebut nantinya akan berupa peta mikro zonasi kerentanan wilayah terhadap gempa bumi. Namun, proses penyelesaian survei dan pendataan itu masih belum bisa dilakukan dalam waktu dekat, karena membutuhkan waktu cukup panjang,

"Sebelum ada gempa bumi, kami sudah melakukan survei dan meyiapkan skenario terburuk. Dua bulan ini sudah kami kerjakan, dan akan kami lanjutkan, kira-kira sampai pertengahan tahun," kata Rita.

Dalam survei tersebut, lanjut Rita, ada beberapa poin yang akan dicatat seperti daerah-daerah yang sensitif terhadap getaran gempa bumi.

 

2 dari 3 halaman

Ada Endapan Vulkanik

Rumah-Rumah di Kampung Majangtengah Rusak Akibat Gempa
Perbesar
Seorang warga melintas di dekat rumah warga yang ambruk setelah diguncang gempa di Dusun Krajan, Majangtengah, Dampit, Kabupaten Malang, Minggu (11/4/2021). Sejumlah rumah yang rusak berat terpaksa dirobohkan untuk meminimalisir adanya korban jika terjadi gempa susulan (merdeka.com/Nanda F. Ibrahim)

Menurutnya, ada lahan di dataran rendah yang dekat dengan sungai yang merupakan endapan abu vulkanik, dan sensitif terhadap guncangan.

"Lahan yang di dataran rendah dan dekat sungai, karena ini endapan vulkanik atau endapan lepas, itu sangat sensitif untuk tergetarkan bila ada gelombang gempa," kata Rita.

BMKG saat ini tengah melakukan mitigasi bencana di Kabupaten Malang, yakni lewat sosialisasi dan pelatihan, kemudian pemetaan zona kerentanan, serta memberikan rekomendasi terkait zona rawan bencana dan standard bangunan.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Malang, hingga 12 April 2021, total rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa yang mengguncang wilayah Kabupaten Malang tersebut mencapai 3.748 unit.

Dari jumlah tersebut, terbagi dari sebanyak 1.018 unit rusak berat, 1.130 unit rusak sedang dan 1.600 unit rusak ringan. Kerusakan tersebut, tersebar di sebanyak 25 kecamatan di wilayah Kabupaten Malang.

Selain itu, gempa juga merusak fasilitas umum seperti 170 bangunan sekolah, sembilan unit fasilitas kesehatan, 51 rumah ibadah, dan 15 unit fasilitas umum lainnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓