Alasan IDI Belum Beri Lampu Hijau Belajar Tatap Muka di Jember

Oleh Liputan6.com pada 08 Apr 2021, 19:16 WIB
Diperbarui 08 Apr 2021, 19:16 WIB
FOTO: Antusiasme Siswa SD Ikuti Uji Coba Sekolah Tatap Muka
Perbesar
Suasana saat siswa mengikuti pembelajaran tatap muka di salah satu ruang kelas SDN Pulogadung 07, Jakarta, Rabu (7/4/2021). Siswa wajib mengenakan masker dan menjalani protokol kesehatan sebelum memasuki kelas seperti pemeriksaan suhu tubuh dan mencuci tangan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Surabaya - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Jember belum merekomendasikan pembelajaran tatap muka di sekolah bagi anak-anak selama masa pandemi COVID-19 demi mencegah meningkatnya risiko penyebaran virus corona di wilayah setempat.

"Saya melihat positive rate di Jember masih di atas 5 persen, yakni jumlah kasus positif COVID-19 dibandingkan jumlah pemeriksaan swab," kata Ketua IDI Jember Alfi Yudisianto di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Rabu, 7 April 2021.

Menurutnya, jumlah kasus kematian pasien yang terpapar COVID-19 dibandingkan pasien positif yang menjalani perawatan juga masih tinggi, sehingga IDI belum memberikan lampu hijau bagi pembelajaran tatap muka di Kabupaten Jember, dilansir dari Antara.

"Kalau dulu jumlah pasien positif mencapai ratusan dengan jumlah pasien yang meninggal 4-5 orang, namun kini kasus pasien positif tinggal puluhan orang dengan pasien yang meninggal 1-2 orang, sehingga tingkat fatality rate-nya masih tinggi," tuturnya.

Tidak hanya itu, kedisiplinan individu masyarakat untuk menggunakan masker masih diragukan. Apalagi banyak tokoh publik yang berbicara di depan umum tanpa menggunakan masker.

"Disiplin protokol kesehatan secara personal di Jember masih belum dilaksanakan sepenuhnya, sehingga kesimpulan kami belum bisa merekomendasikan adanya pembelajaran tatap muka," katanya.

 

2 dari 3 halaman

Sejumlah Sekolah Telah Siap

FOTO: Penerapan Belajar Tatap Muka dengan Protokol Kesehatan COVID-19
Perbesar
Murid mencuci tangan saat belajar tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan COVID-19 di SMAN 2 Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/3/2021). Sebanyak 170 sekolah di Kabupaten Bogor mulai menggelar uji coba pembelajaran secara tatap muka hingga 10 April 2021. (merdeka.com/Arie Basuki)

Sementara anggota Komisi D DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo dalam dialog publik tersebut mengatakan banyak warga yang mengeluhkan pembelajaran jarak jauh dan berharap segera dilakukan pembelajaran tatap muka di sekolah.

"Beberapa sekolah juga sudah menyatakan kesiapannya untuk menerapkan pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan secara ketat, sehingga hal itu juga menjadi pertimbangan kami untuk mengusulkan agar pembelajaran tatap muka dilaksanakan," katanya.

Sebelumnya, Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan pihaknya akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka pada 25 sekolah sebagai percontohan yang diusulkan kepada Satgas COVID-19.

"Pelaksanaan belajar tatap muka harus melalui kajian dari Satgas COVID-19 karena menyangkut keselamatan para pelajar," tuturnya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jember, sebanyak 150 sekolah telah menyatakan kesiapan menggelar sekolah tatap muka, namun proyek percontohan pembelajaran tatap muka maksimal 20 sampai 25 sekolah.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓