Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Ini yang Dilakukan BPBD Kabupaten Malang

Oleh Liputan6.com pada 05 Apr 2021, 08:36 WIB
Diperbarui 05 Apr 2021, 08:36 WIB
Cuaca Ekstrem Tenggelamkan Kapal di Perairan Maluku, 14 Tewas
Perbesar
Ilustrasi cuaca ekstrem sebabkan gelombang tinggi di perairan.

Liputan6.com, Surabaya - BPBD Kabupaten Malang menyiapkan sebanyak 4 Pos Siaga Bencana mengantisipasi cuaca masih ekstrem hingga pekan depan.  Keempat pos tersebut ada di Ngantang, Tumpang, Tirtoyudo dan Gedangan. Keempat pos tersebut disiapkan untuk mengantisipasi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi

Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sardono Irawan mengatakan, hingga saat ini status siaga banjir dan tanah longsor belum dicabut.

"Minggu depan kita akan rakor lagi, apakah status ini diperpanjang atau tidak. Yang jelas, hingga saat ini kami masih siaga banjir dan tanah longsor," ujarnya, Minggu (4/4/2021) dikutip dari Times Indonesia

Dia mengatakan terkait terdeteksinya dua bibit siklon tropis, Sadono menyebut bahwa upaya antisipasi oleh BPBD saat ini sudah dilakukan 

"Terutama oleh kecakapan masyarakat dalam menggunakan aplikasi pendeteksi cuaca. Terutama bagi masyarakat di sekitar pesisir laut selatan," ungkapnya.

Dia menyebutkan bahwa saat ini, masyarakat di sekitar pesisir atau di desa nelayan sudah berangsur paham menggunakan aplikasi. Dan ternyata hal tersebut mempermudah BPBD Malang dalam melakukan langkah antisipasi. 

2 dari 3 halaman

Terus Kawal

"Itu sangat membantu rekan-rekan BPBD. Namun kami (BPBD) tidak lantas lepas tangan begitu saja. Tentu kami tetap mengawal," tegasnya. 

Menurutnya, dari laporan yang diterima BPBD Kabupaten Malang dari BMKG Juanda, cuaca untuk tiga hari kedepan diprediksi masih hujan lebat, sehingga masyarakat patut waspada. 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓