VIDEO: Harga Cabai Mahal, Petani di Mojokerto Meraup Banyak Pundi Rupiah

Oleh Yusron Fahmi pada 03 Apr 2021, 15:30 WIB
Diperbarui 03 Apr 2021, 15:30 WIB

Liputan6.com, Jakarta Di balik mahalnya harga cabai di pasaran sekarang, membawa berkah tersendiri untuk para petani cabai di Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Para petani ini bahkan bisa memborong kendaraan dengan harga puluhan juta rupiah. Mereka ketiban rezeki nomplok lantaran harga cabai yang melambung tinggi di pasaran.

Para petani cabai rawit di Desa Pucuk, Kabupaten Mojokerto, menikmati hasil panen yang melimpah. Selain kondisi tanaman yang bagus, harga cabai rawit di pasaran saat ini masih tinggi, mencapai Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu per kilonya. Berikut kita simak videonya pada Fokus, (2/4/2021).

Para petani di Desa Pucuk kini mendadak menjadi jutawan, dari hasil penjualan panen cabai rawit. Mereka berama-ramai memborong sepeda motor baru, yang harganya puluhan juta rupiah per unitnya, bahkan ada yang membeli mobil baru.

Namun tidak semua petani yang menghamburkan uangnya untuk membeli barang-barang konsumtif, sebagian petani memilih uangnya untuk ditabung atau renovasi rumah, serta untuk modal tanam cabai tahun depan.

“Hasil panennya tahun ini lebih banyak yang ini, tahun kemarin banyak cabainya, cuma harganya kan murah, jadi uangnya ndak dapet banyak,” terang Sri Mustika Wati, Petani Cabai.

Hasil panen cabai tahun ini merupakan yang terbaik dalam 10 tahun terakhir. Para petani cabai rawit di Desa Pucuk berharap, sisa-sisa akhir panen, harga cabai rawit tidak turun.