Catatan Eri Cahyadi soal Kasus Dugaan Penculikan Bocah Ara

Oleh Dian Kurniawan pada 29 Mar 2021, 10:10 WIB
Diperbarui 29 Mar 2021, 10:10 WIB
Eri Cahyadi bertemu dengan bocah Ara. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)
Perbesar
Eri Cahyadi bertemu dengan bocah Ara. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mempunyai catatan tersendiri terkait dugaan kasus penculikan yang menimpa bocah perempuan berinisial NAK atau Ara (7) asal Jalan Karanggayam, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya.

Menurut Cak Eri, sapaannya, Surabaya tetap menjadi kota yang aman. Sebab, peristiwa ini bukan disebabkan karena faktor lain, melainkan masalah konflik internal keluarga.

"Karena kejadian keluarga ini, konflik internal keluarga ini yang akhirnya menyebabkan yang bersangkutan harus berpisah sementara dengan ayah dan ibunya," ujarnya ditulis Senin (29/3/2021).

Apalagi, kata Eri Cahyadi, korban juga mengaku selama ini tidak pernah pergi bersama orang yang tak dikenalnya. Anak tersebut selalu pamit dengan orang tuanya ketika akan pergi bermain. Namun, karena orang yang mengajaknya ini dikenal, sehingga anak tersebut mau mengikutinya.

"Tadi setelah saya tanyakan langsung, yang bersangkutan kalau pergi dengan orang lain? (Jawabnya) enggak. Kalau pergi dengan orang lain pasti izin dulu dengan ayah dan ibunya. Tapi karena yang mengajak adalah keluarga, dan dia kenal, maka dia ikut," ucapnya.

Dengan kebesaran Tuhan dan doa dari seluruh warga Surabaya, akhirnya korban dapat bertemu kembali dengan orang tuanya. Berkaca dari pengalaman ini, Cak Eri juga berharap kepada seluruh warga Surabaya agar ke depan dapat lebih berhati-hati menjaga buah hatinya.

"Karena bagaimanapun kekuatan pemerintahan, kekuatan kepolisian itu tidak akan pernah ada artinya ketika kekuatan keluarga tidak menjadi kekuatan utama. Karena kekuatan utama untuk menjaga keluarga menjadi aman adalah di keluarganya masing-masing," ujar Eri Cahyadi.

2 dari 2 halaman

Tetap Dampingi Korban

Cak Eri juga menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada masyarakat, media, serta jajaran Polrestabes Surabaya. Sebab, berkat doa dan dukungan semua pihak, akhirnya Ara bisa berkumpul kembali dengan ayah dan ibunya.

Meski telah ditemukan, Cak Eri menyatakan, bahwa Pemkot Surabaya tetap memberikan pendampingan kepada korban dan orang tuanya. Mereka untuk sementara dalam pengawasan pemkot hingga kondisinya stabil dan pulih kembali.

"Ketika saya ajak ngobrol yang bersangkutan ini menyampaikannya dengan lugas. Tidak ada rasa takut, tidak ada rasa khawatir, tidak ada rasa trauma. Tapi kita tetap melakukan pendampingan. Ini menjadi pembelajaran kita ke depan," ujarnya.

Lanjutkan Membaca ↓