Kapolda Jatim Instruksikan Perketat Penjagaan Gereja Usai Bom di Makassar

Oleh Dian Kurniawan pada 29 Mar 2021, 05:09 WIB
Diperbarui 29 Mar 2021, 05:09 WIB
Bom Makassar
Perbesar
Aparat kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. (Liputan6.com/ Eka Hakim)

Liputan6.com, Surabaya - Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta memberikan instruksi penjagaan sejumlah gereja usai ledakan bom di depan Gereja Katedral di Jalan Kartini, Makasar.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko menyampaikan, para personel gabungan dari seluruh satuan langsung dikerahkan ke sejumlah gereja di Jatim dengan prioritas lokasi di Kota Surabaya dan Malang.

"Instruksi Kapolda Jatim, pengamanan dilakukan di seluruh gereja di Jatim. Diprioritaskan di Surabaya dan Malang," ujarnya, Minggu (28/3/2021).

Gatot mengungkapkan, tiga gereja di Surabaya, yang pernah menjadi target bom di 2018 lalu, yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela Ngagel, GKI Diponegoro, dan Pantekosta Arjuno, juga termasuk dalam prioritas pengamanan.

2 dari 3 halaman

10 Personel Per Gereja

Gatot menyebut, ada sekitar 10 personel yang disiagakan di masing-masing gereja. Baik personel terbuka alias berseragam maupun tertutup, misalnya intel.

"Tiga gereja bekas bom di Surabaya juga semakin diperketat lagi, lebih intens. Ada sekitar 10 personel disiagakan di masing-masing gereja, baik personel terbuka maupun tertutup," ucapnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓