Petugas Diamuk Massa, Penangkapan Terduga Bandar Narkoba di Sampang Gagal

Oleh Dian Kurniawan pada 06 Mar 2021, 12:14 WIB
Diperbarui 06 Mar 2021, 12:14 WIB
Narkoba
Perbesar
Foto: Ilustrasi

Liputan6.com, Surabaya - Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur (Jatim), Kombes Pol Monang Sidabukke membenarkan upaya penggerebekan terduga bandar narkoba di Sokobanah, Sampang, gagal karena adanya amuk massa.

Monang menceritakan, saat itu pihaknya sedang pemetaan di Kecamatan Sokobanah dan berpapasan dari arah berlawanan dengan seseorang yang diduga adalah tersangka DPO  bandar narkoba inisial HS, karena kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 3 kg.

"Lalu petugas memutarbalik berusaha mengejar namun kehilangan jejak. Kemudian petugas BNNP Jatim, menuju polsek setempat yaitu Polsek Sokobanah untuk berkoordinasi," ujarnya, Jumat (5/3/2021).

Setelah dilakukan koordinasi, lanjut Monang, maka diputuskan untuk mencari HS di sekitaran lokasi pertemuan BNNP dan HS.

"Ternyata HS diketahui berada di sekitar rumahnya yang kemudian dilakukan pengejaran dan berhasil ditangkap dengan bantuan Polsek Sokobanah di dekat rumah HS, di Sokobanah, Sampang," ucapnya.

2 dari 3 halaman

Bawa Celurit dan Kayu

Pada saat penangkapan itulah, lanjut Monang, terjadi tindakan pengadangan yang dilakukan oleh massa yang membawa celurit dan kayu sembari berteriak-teriak dan berusaha menghalangi petugas BNNP Jatim dan Polsek Sokobanah.

"Kemudian DPO HS dibawa pergi oleh massa," ujarnya.

Selanjutnya BNNP Jatim memberikan pengarahan kepada kepala desa dan tokoh masyarakat di daerah tersebut untuk mendukung BNN dan aparat hukum dalam melaksanakan tugas.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓