Cabai Rawit Makin Pedas di Jember, Capai Rp 120 Ribu Perkilogram

Oleh Liputan6.com pada 05 Mar 2021, 22:17 WIB
Diperbarui 05 Mar 2021, 22:17 WIB
FOTO: Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp 120 Ribu per Kg
Perbesar
Tumpukan cabai rawit merah yang dijual di Pasar Senen, Jakarta, Kamis (4/3/2021). Naiknya harga cabai rawit merah di pasaran saat ini disebabkan oleh produksi yang sangat rendah sehingga pasokan di pasaran tidak bisa memenuhi tingginya permintaan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jember - Harga cabai rawit di Jember meroket hingga mencapai Rp 120 ribu per kilogram. Ini merupakan harga tertinggi selama tiga bulan terakhir.

"Harga cabai rawit terus melonjak naik dan kami menjual cabai per bungkus Rp 6 ribu dengan berat setengah ons karena harga cabai rawit di pasar sudah menembus Rp 120 ribu per kilogram," kata pedagang sayur keliling di Jember, Sutikno, Jumat (5/3/2021) seperti dikutip dari Antara.

Menurutnya, harga cabai rawit sret (merah semua) memang mahal dibandingkan cabai rawit campuran (dicampur dengan cabai hijau kecil), sehingga pedagang juga mengurangi pembelian karena khawatir tidak laku di konsumen.

"Banyak ibu rumah tangga yang mengeluhkan kenaikan harga cabai yang meroket, apalagi keluarga mereka suka masakan pedas dan selalu membuat sambal," tuturnya.

Pedagang di Pasar Kreyongan Syaiful mengatakan, harga cabai rawit di pasar tradisional itu perlahan-lahan mengalami kenaikan selama sepekan terakhir karena pekan lalu harga cabai rawit di kisaran Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram.

"Sepekan ini harga cabai terus naik hingga mencapai Rp 110 ribu per kilogram di tingkat pedagang besar dan kemungkinan dijual ke konsumen Rp 120 ribu per kilogram," tuturnya.

Ia menjelaskan permintaan akan komoditas cabai meningkat karena banyak hajatan dan acara keagamaan yang digelar warga, namun di sisi lain pasokan dari petani juga terbatas, sehingga menyebabkan harga cabai meroket.

2 dari 3 halaman

Pasokan Sedikit

Kasi Pengembangan Usaha dan Promosi Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri Disperindag Jember Eko Wahyu Septantono mengatakan, kenaikan harga cabai rawit di pasaran karena permintaan banyak tidak diimbangi dengan pasokan komoditas tersebut ke pedagang.

"Pasokan sedikit karena karakter cabai sendiri yang tidak tahan terhadap perubahan iklim dan cuaca, sedangkan banyak tanaman cabai petani yang rusak akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan pasokan ke pasar sedikit," katanya.

Berdasarkan data pencatat harga di pasar tradisional yang disurvei Disperindag Jember, harga cabai rawit di Pasar Tanjung sebesar Rp100 ribu per kilogram, kemudian di Pasar Kreyongan dan Kebonsari sebesar Rp110 ribu per kilogram.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓