Cuaca Ekstrem, Nelayan Banyuwangi Diimbau Tidak Melaut 

Oleh Liputan6.com pada 26 Feb 2021, 19:11 WIB
Diperbarui 26 Feb 2021, 19:11 WIB
Cuaca Ekstrem Tenggelamkan Kapal di Perairan Maluku, 14 Tewas
Perbesar
Ilustrasi cuaca ekstrem sebabkan gelombang tinggi di perairan.

Liputan6.com, Surabaya - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas III Banyuwangi, mengingatkan para nelayan agar tidak melaut sementara waktu karena cuaca ekstrem dan diperkirakan gelombang bisa mencapai empat meter.

"Demi keselamatan bersama, kami mengimbau para nelayan di perairan Selatan Banyuwangi untuk sementara tidak melakukan kegiatannya hingga kondisi terpantau aman. Begitu juga bagi warga yang ingin bermain di pesisir perairan ini," ujar prakirawan BMKG Kelas III Banyuwangi, Dita Purnamasari di Banyuwangi, Kamis (25/2/2021) seperti dilansir Antara.

Ia mengemukakan, gelombang tinggi hingga mencapai empat meter diprakirakan bisa terjadi di perairan selatan Banyuwangi pada 24 Februari 2021, dan diprediksi akan berlangsung hingga 28 Februari.

Selain itu, lanjut dia, warga diimbau waspada tehadap potensi cuaca ekstrem. Hujan lebat disertai petir dan angin kencang diprakirakan masih akan terjadi di Banyuwangi hingga akhir Februari 2021.

Hingga akhir Februari 2021, kata Dita, Banyuwangi masih berada di puncak musim hujan. "Sehingga potensi hujan sedang hingga lebat masih bisa terjadi hingga akhir bulan ini," ucapnya.

Hal itu diperkuat peringatan dini tiga harian dari BMKG Kelas I Juanda, yang menyebut pada periode 24 hingga 26 Februari 2021, Banyuwangi termasuk daerah di Jawa Timur berpotensi hujan dengan intensitas tinggi disertai petir dan angin kencang, serta berpotensi banjir.

"Oleh karena itu, kami mengimbau warga terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti tanah longsor, banjir. Waspadai terjadinya banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. Namun, tidak perlu panik atau takut yang berlebihan," tuturnya.

2 dari 3 halaman

Bibit Siklon

Menurut Dita, sejak dua hari terakhir BMKG pusat juga telah mendeteksi adanya potensi bibit siklon di sekitar selatan Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sangat berpotensi berkembang menjadi siklon tropis.

Saat ini, lanjut dia, bibit siklon itu diprediksi masih bertahan dan menunjukkan pergerakkan ke arah barat mendekati wilayah laut di selatan Jawa Timur, dengan potensi intensitas yang menguat hingga dua hari ke depan.

"Bibit siklon ini, secara tidak langsung berdampak pada pembentukan potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang. Juga memicu terjadinya gelombang tinggi di wilayah laut bagian selatan Jawa hingga 28 Februari mendatang," paparnya. 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓