Aqua Dukung Pemerintah Cari Solusi Tangani Sampah Plastik

Oleh Liputan6.com pada 22 Feb 2021, 22:30 WIB
Diperbarui 23 Feb 2021, 07:51 WIB
Galon Guna Ulang
Perbesar
Galon Guna Ulang (Foto: Dok Danone-AQUA)

Liputan6.com, Surabaya - Pabrikan air mineral Aqua mendukung pemerintah dan pihak terkait  untuk mencari solusi penanganan sampah plastik di Indonesia.

"Sebagai pelopor industri air mineral kemasan secara konsisten mengutamakan kualitas produk dan juga aspek lingkungan," ujar Brand Director Aqua, Intan Kartika, di Surabaya, seperti dikutip dari Antara, Senin (22/2/2021).

Pihaknya berkomitmen selalu melindungi keluarga Indonesia melalui hidrasi sehat dan juga melindungi alam dengan semua kemasan ramah lingkungan, termasuk galon.

"Kemasan galon guna ulang telah digunakan, puluhan tahun serta menjadi bagian dari upaya kami untuk menerapkan konsep tertinggi dalam 3R yaitu reuse (menggunakan kemasan plastik secara berulang) untuk menekan penambahan sampah kemasan plastik," ucapnya.

Memperingati Hari Sampah Nasional 2021, pihaknya tetap menggunakan kemasan galon guna ulang sebagai bagian dari upaya untuk tidak menambah sampah kemasan plastik melalui penggunaan berulang kemasan galon yang diluncurkan sejak 1983.

Dilansir dari data terbaru "National Plastic Action Partnership" yang dirilis April 2020, volume sampah plastik di tahun 2020 mencapai 6,8 juta ton dan tumbuh sebesar lima persen setiap tahunnya.

2 dari 3 halaman

Komitmen Bersama

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI kembali menegaskan komitmennya untuk mencapai visi besar bersama untuk mengurangi sampah hingga 30 persen dan melakukan penanganan sampah sebesar 70 persen di tahun 2025. 

Dikutip dari siaran pers KLHK, Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Novrizal Tahar, menjelaskan bahwa persoalan sampah harus menjadi perhatian utama yang melibatkan seluruh komponen masyarakat dalam pengelolaannya.

"Persoalan sampah merupakan persoalan serius dan multidimensi, pelibatan seluruh komponen masyarakat, termasuk industri, dalam pengelolaannya sangat dibutuhkan," tuturnya. 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓