VIDEO: Seni Ukir di Atas Limbah Kaca Bisa Hasilkan Pundi-Pundi Rupiah

Oleh Yusron Fahmi pada 11 Feb 2021, 06:10 WIB
Diperbarui 11 Feb 2021, 06:10 WIB

Liputan6.com, Jakarta Memanfaatkan limbah kaca yang sudah tidak terpakai, seorang seniman di Kediri, Jawa Timur, mampu membuat ukiran kaligrafi dan gambar wajah ulama dari bahan kaca. Tak hanya itu, seniman ukir ini juga melayani ukiran wajah untuk berbagai kepentingan, seperti suvenir pernikahan.

Seni ukir atau grafir kaca ini, merupakan karya seniman ukir Agung Purwanto, warga Mojoroto, Kota Kediri. Selain ukir kaligrafi, ia juga bisa mengukir wajah seseorang, seperti tokoh ulama, atau artis. Biasanya ukiran kaca itu dipesan untuk hadiah suvenir atau hiasan rumah. Berikut kita simak informasinya pada Liputan6, (9/2/2021).

Di dalam ruangan gelap, kaligrafi Al Qur’an ini nampak indah bercahaya, biasa dijadikan hiasan di dalam rumah. Sementara, foto sepasang suami istri ini merupakan cindera mata atau suvenir hadiah ulang tahun pernikahan. Seni ukir atau grafir kaca ini merupakan karya seniman ukir Agung Purwanto, warga Mojoroto, Kota Kediri.

Selain ukir kaligrafi, ia juga bisa mengukir wajah seseorang, seperti tokoh ulama atau artis. Biasanya ukiran kaca ini dipesan untuk hadiah, suvenir, atau hiasan rumah. Agung menghasilkan karya seni ini hanya dengan bahan limbah kaca yang sudah tak terpakai.

Dengan rancangan dan foto atau gambar yang dilukisnya di kertas, ia mulai mengukir dengan mengguratkan bor di atas permukaan kaca. Setelah jadi, grafir kaca ini dipadukan dengan bingkai kayu yang dipasang di lampu.

Usaha kerajinan seni ukir kaca yang dirintis sejak tahun 2018 ini, berawal dari pesanan seseorang yang mau memesan karyanya, dengan harga hingga jutaan rupiah. Karena merasa tertantang, Agus Purwanto menjadikan keahliannya sebagai usaha untuk mencari nafkah.

Satu karya ukir kaca, harganya berkisar antara Rp 350 ribu hingga Rp 1 juta, tergantung ukuran serta tingkat kesulitan gambar, dengan proses pembuatan hingga mencapai 16 jam. Kini Agung banyak menerima pesanan melalui media sosial.