VIDEO: Kreasi Hantaran Pernikahan dari Limbah Kertas yang Melimpah

Oleh Yusron Fahmi pada 06 Feb 2021, 11:59 WIB
Diperbarui 06 Feb 2021, 11:59 WIB

Liputan6.com, Jakarta Jika selama ini kertas tak berguna atau terbuang, di tangan seorang yang kreatif, bisa disulap menjadi kerajinan bernilai ekonomis tinggi. Seperti di Kota Kediri, Jawa Timur ini. Seorang wanita mengkreasikan sampah kertas menjadi bahan kerajinan untuk hantaran pernikahan.

Di masa pandemi Covid-19, para perajin bisa membantu perekonomian warga, dengan memberdayakan ibu-ibu di sekitar rumahnya. Harga hantaran mahar dari limbah kardus bekas ini mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 600 ribu, tergantung tingkat kerumitan merangkainya. Berikut video inspiratifnya pada Liputan6, (4/2/2021).

Inilah deretan kerajinan produksi warga Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, yang biasa dijadikan hantaran pernikahan. Tak disangka, dibalik indahnya aneka hantaran pernikahan ini, terdapat bahan yang berasal dari berbagai jenis limbah kertas.

Adalah Indiyah Efi Riati, perajin yang berinisiatif memanfaatkan sampah dari bank sampah di sekitar rumahnya. Dengan memberdayakan ibu-ibu di sekitar rumahnya, Indiyah mengolah limbah kertas yang dikreasikan dengan bahan hantaran pernikahan, semisal, mukenah dan sajadah.

Dengan kreativitas tinggi, aneka limbah kertas ini dirangkai menjadi hantaran pernikahan berbentuk masjid, juga berbagai macam bunga yang bernilai ekonomis tinggi.

“Saya memanfaatkan limbah, kebetulan di kampung kami, limbah itu sangat melimpah, kalau dijual di tukang rongsok, biasanya nilai jualnya sangat rendah, makanya saya berinisiatif memanfaatkan limbah ini, yang dibuat seperti hantaran, terus kreasi-kreasi yang lain supaya bernilai jual tinggi, di samping itu juga ibu-ibu di dalam rumah, tapi dia bisa berkarya, bisa menghasilkan uang, ada hantaran pernikahan, ada mahar, ada suvenir ada kerajinan-kerajinan,” papar Indiyah Efi Riati, Perajin Hantaran Mahar.

Pada awal pandemi, produksi sempat terhenti, namun saat ini mulai banjir pesanan lagi. Salah satu ibu rumah tangga mengaku bersyukur, terlibat dalam produksi hantaran pernikahan ini. Aktivitas itu, membuat perekonomian keluarga di tengah ekonomi yang sulit akibat pandemi Covid-19.

“Kami melakukan kegiatan ini setelah di sela-sela waktu kami yang senggang, setelah mengurus di keluarga, dan ini sangat membantu sekali di masa pandemi ini untuk pemasukan, atau income keluarga kami untuk membantu suami, dan untuk jajan anak-anak, sangat senang sekali, untuk menambah pengalaman, pengetahuan atau keterampilan-keterampilan yang belum kami dapatkan selama ini, jadi sangat banyak sekali manfaatnya untuk mengerjakan semua ini,” ungkap Eko Hikmawati, Ibu Rumah Tangga.

Harga hantaran mahar dari limbah kardus bekas ini sangat terjangkau. Mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 600 ribu tergantung kerumitan merangkainya. Selain dari sejumlah wilayah di Jawa Timur, pemesan hantaran pernikahan ini juga berasal dari Kalimantan hingga Papua.