VIDEO: Peternak Ayam Mengeluh, Harga Telur Anjlok Harga Pakan Meroket

Oleh Yusron Fahmi pada 03 Feb 2021, 20:55 WIB
Diperbarui 03 Feb 2021, 20:55 WIB

Liputan6.com, Jakarta Peternak ayam petelur di Kabupaten Pamekasan, mengeluh dengan harga telur yang terus anjlok hingga Rp 18.000 dari harga sebelumnya Rp 24.000 per kilogramnya. Kerugian peternak ayam petelur ini juga diperparah dengan harga pakan konsentrat yang terus naik.

Anjloknya harga telur ayam juga terjadi di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, membuat peternak ayam petelur merugi. Kerugian akibat anjloknya harga telur, diperparah lagi dengan meroketnya harga pakan konsentrat, mencapai Rp 40.000. Semula harga per saknya Rp 370 ribu, kini Rp 410 ribu. Saat ini, harga telur ayam di tingkat peternak hanya Rp 18.000, turun dari harga awal Rp 24.000.

Fahri, salah satu peternak ayam petelur di Kecamatan Galis, Pamekasan, Madura, mengatakan turunnya harga telur ayam, bukan hanya kali ini. Tapi sudah terjadi sejak awal pandemi Covid-19 tahun 2020. Peternak ayam petelur berharap, pemerintah bisa menstabilkan harga telur ayam, dan menekan harga pakan ayam.

“Untuk harga telur saat ini, adalah dibilang cukup mengejutkan, dari kemarin, sebelum PSBB, sales ambil Rp 24.000 bahkan di pasaran itu ada yang jual Rp 28.000 atau nggak Rp 27.000, dari bulan 11 ke 12, bulan 12 awal itu masih normal, masih tinggi, lepas itu pertengahan sampai sekarang terus merosot telur, dimana banyak peternak mulai mengeluh, dimana di bulan 12 itu juga harga pakan naik, ditambah merosotnya harga telur,” ungkap Fahri, Peternak Ayam Petelur.

Harga telur ayam, sebelum pandemi Covid-19, berkisar antara Rp 24.000 hingga Rp 25.000 per kilogramnya. Kini, harganya hanya Rp 18.000 per kilogramnya. Demikian dilansir pada Fokus, (2/2/2021).