VIDEO: 15 Jam Dikabarkan Hilang, Nelayan Banyuwangi Berhasil Ditemukan di Situbondo

Oleh Yusron Fahmi pada 02 Feb 2021, 10:44 WIB
Diperbarui 02 Feb 2021, 10:44 WIB

Liputan6.com, Jakarta Sempat dinyatakan hilang lebih dari 15 jam, seorang nelayan bernama Choirul Anam (24) di Banyuwangi, Jawa Timur, ditemukan selamat di Perairan Kabupaten Situbondo pada Minggu (31/1) siang. Korban hilang setelah perahunya terseret gelombang tinggi lantaran mesinnya mati, dan layarnya patah pada hari Sabtu (30/1), saat mencari ikan di Perairan Pulau Tabuhan, Banyuwangi.

Basarnas Banyuwangi mengimbau nelayan berhati-hati saat mencari ikan di laut, sebab hujan lebat disertai gelombang tinggi kerap kali terjadi di perairan Banyuwangi beberapa minggu terakhir.

Choirul Anam (24), nelayan warga Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, yang sempat dinyatakan hilang selama 15 jam lebih, saat memancing di perairan Pulau Tabuhan, Banyuwangi, Sabtu sore, akhirnya ditemukan. Choirul Anam hilang pada Sabtu sore, dan ditemukan selamat oleh nelayan dan petugas gabungan Basarnas, Satpolair Polresta Banyuwangi, di perairan Bima yang masuk wilayah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Minggu pagi.  

Saat ditemukan kondisi korban lemah dan terombang-ambing bersama perahunya. Petugas dan nelayan langsung mengevakuasi korban, untuk dibawa ke rumahnya. Kedatangan Anam disambut isak tangis keluarganya.

“Waktu itu mau mencari ikan, saya lihat perahu, saya deketin saya tanya, katanya perahu Bangsring, saya suruh naik ke perahu, saya kasih makan,” kata Judianto, Nelayan Penemu Korban.

“Korban berhasil ditemukan dengan kondisi sehat walafiat, selamat, diketemukan sekitar pulau Bima, perairan Bima oleh nelayan,” terang Wahyu Setia Budi, Koordinator Pos Basarnas Banyuwangi.

Sebelumnya pada Sabtu sore, korban bersama perahunya terseret arus laut, karena mesin perahu mati dan layarnya patah dihantam gelombang tinggi. Korban dan perahunya sempat dicari nelayan lain, namun keberadaannya tak juga ditemukan.

Pencarian akhirnya dilanjutkan Minggu pagi, hingga korban akhirnya ditemukan. Basarnas Banyuwangi mengimbau nelayan berhati-hati, saat mencari ikan di laut. Sebab hujan disertai gelombang tinggi, kerap kali terjadi di Perairan Banyuwangi beberapa minggu terakhir. Demikian diberitakan pada Liputan6, (1/2/2021).