Pemkot Madiun Pastikan Vaksinasi Covid-19 Dilakukan 14 Januari

Oleh Liputan6.com pada 12 Jan 2021, 10:02 WIB
Diperbarui 12 Jan 2021, 10:02 WIB
China Pamerkan Vaksin Covid-19 di Pameran
Perbesar
Kandidat vaksin Sinovac Biotech LTD untuk virus corona Covid-19 terlihat dipajang dalam Pameran Internasional China untuk Perdagangan Jasa (CIFTIS) di Beijing pada 6 September 2020. Untuk pertama kalinya, China akhirnya resmi memamerkan produk dalam negeri vaksin COVID-19. (NOEL CELIS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Kota Madiun akan melaksanakan vaksinasi COVID-19 setelah pemerintah dan BPOM mengeluarkan izin resmi darurat penggunaannya.

Wali Kota Madiun Maidi memastikan bahwa vaksinasi di Kota Madiun rencananya diluncurkan pada 14 atau 15 Januari 2021, setelah pelaksanaan vaksinasi nasional yang dimulai pada 13 Januari 2021.

"Seperti ketentuan, vaksinasi di Kota Madiun untuk tahap awal ini diutamakan bagi tenaga kesehatan, kepala daerah, forkopimda, dan sejumlah pihak yang dinilai rawan tertular karena banyak menemui dan melayani masyarakat," ujar Wali Kota Maidi di sela kegiatan pengecekan penyediaan ruang isolasi tambahan di RSUD Kota Madiun, Senin, 11 Januari 2021.

Pihaknya juga akan intensif dalam melakukan sosialisasi pentingnya mendapatkan vaksinasi COVID-19 mengingat penyebaran kasus COVID-19 di tanah air masih cukup tinggi, dilansir dari Antara.

Ia membenarkan terdapat dua pemahaman di masyarakat terkait vaksinasi COVID-19, yakni ada yang bersedia divaksin dan ada yang tidak. Meski demikian, Wali Kota Maidi menjamin vaksin COVID-19 yang dipilih pemerintah sangat aman dan bermutu.

"Vaksin COVID-19 itu memang diperlukan dan ini aman. Karena dari sisi medis sudah melalui tahapan yang memadai," katanya.

Selain menyatakan aman, Wali Kota Maidi juga memastikan petugas vaksinator, Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan puskesmas di jajarannya juga siap memberikan vaksin tersebut.

 

2 dari 3 halaman

Penerima Vaksin Prioritas

China Pamerkan Vaksin Covid-19 di Pameran
Perbesar
Kandidat vaksin Sinovac Biotech LTD untuk virus corona Covid-19 diperlihatkan dalam Pameran Internasional China untuk Perdagangan Jasa (CIFTIS) di Beijing pada 6 September 2020. Untuk pertama kalinya, China akhirnya resmi memamerkan produk dalam negeri vaksin COVID-19. (NOEL CELIS/AFP)

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Madiun dr. Denik Wuryani mengatakan sesuai arahan pemerintah pusat, yang mendapat prioritas vaksinasi tahap pertama adalah tenaga kesehatan (nakes). Namun jumlah nakes yang mendapat vaksin di Kota Madiun pihaknya belum bisa menyebut pasti.

"Untuk Kota Madiun sesuai data diperkirakan sekitar 4.000-an yang mendapat vaksin. Namun pastinya menunggu dari pusat," kata Denik.

Pemkot Madiun berharap masyarakat menyambut baik program vaksinasi sebagai langkah penanganan wabah COVID-19, utamanya di Kota Madiun.

Pemkot Madiun juga meminta agar warga Kota Madiun tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di kehidupan sehari-hari meski program vaksin COVID-9 mulai bergulir. Hal itu sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 yang masih tinggi di Kota Madiun.

Data Satgas COVID-19 Kota Madiun mencatat hingga Senin (11/1/2021) ada 529 warga setempat yang terkonfirmasi positif COVID-19. Dari jumlah itu, 356 orang di antaranya telah sembuh, 35 orang masih dalam perawatan, 96 orang jalani isolasi mandiri, dan 42 orang meninggal dunia.

Jumlah pasien konfirmasi sebanyak 529 orang tersebut bertambah delapan kasus dari sehari sebelumnya sebanyak 521 orang. Saat ini, Kota Madiun masuk dalam zona oranye atau risiko sedang penyebaran COVID-19 dengan tingkat kesembuhan sebesar 67,30 persen.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓