Ketika Puluhan Truk Sampah di Jember hanya Teronggok Tak Ada BBM

Oleh Liputan6.com pada 04 Jan 2021, 14:04 WIB
Diperbarui 04 Jan 2021, 14:04 WIB
Ilustrasi truk sampah di Bantar Gebang. (merdeka.com/Arie Basuki)
Perbesar
Ilustrasi truk sampah di Bantar Gebang. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta Puluhan truk sampah mangkrak terparkir di depan Pendapa Wahyawibawagraha dan Kantor Pemkab Jember, Senin (4/1/2021). Truk tersebut sengaja diparkir sebagai bentuk protes para sopir setelah anggaran bahan bakar atau BBM solar dipangkas.

"Sejak dua bulan ini belum ada anggaran untuk BBM. Sebelumnya kami mengoperasionalkan truk ini menggunakan dana TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai). Namun karena sekarang uangnya habis, ya sudah truk diparkir dan tidak beroperasi,” ujar Sunidar, salah satu sopir seperti dikutip dari timesindonesia, Senin (4/1/2021).

Sunidar belum bisa memastikan, sampai kapan truk-truk pengangkut sampah ini akan terparkir di sana. Dia memastikan truk-truk pengangkut sampah tersebut akan segera beroperasi kembali jika pemerintah daerah kembali memberikan anggaran untuk BBM.

“Nunggu BBM keluar, sampai kapan kami juga tidak tahu, yang jelas sampai ada keputusan. Dan karena kami sudah tidak mampu lagi nalangi dana operasional, karena bayaran juga belum, yang jelas kami nunggu keputusan pimpinan dulu,” tuturnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Slamet, salah satu petugas kebersihan yang biasa membersihkan Alun-Alun Jember.

Dia mengatakan, meski truk pengangkut sampah tidak beroperasi, namun dirinya tetap melakukan aktivitasnya menyapu dan membersihkan jalanan, namun sampah hanya dikumpulkan saja.

“Kami prihatin karena memang truk butuh BBM, tapi kalau untuk menyapu, kami tetap menjalankan, walau sampahnya hanya kami kumpulkan saja dan tidak terangkut. Sebenarnya saat ini juga waktunya memotong rumput alun-alun, tapi mesin pemotong juga tidak bisa dioperasionalkan, karena tidak ada anggaran,” tambah Slamet.

2 dari 3 halaman

Surati Bupati Jember

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DKLH) Jember Aris Maya Parahita kepada awak media tidak menepis bahwa aksi tersebut dipicu akibat tiadanya anggaran dari Pemkab Jember yang seharusnya digunakan untuk membayar bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Aris mengungkapkan, kondisi tersebut sudah terjadi sejak November 2020 lalu. Khusus masalah itu, dirinya juga mengaku telah menulis surat ke Bupati Jember dr Faida, namun belum ada tanggapan konkret.

"Truk pengangkut sampah nggak mogok bisa digunakan normal, hanya BBM tidak ada. Tanpa BBM mana mungkin sampah bisa diangkut,” imbuhnya. 

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓