Strategi Banyuwangi Bawa Wisata Geopark Ijen Mendunia

Oleh Liputan6.com pada 17 Des 2020, 05:00 WIB
Diperbarui 17 Des 2020, 05:00 WIB
Wisata Alam Kawah Gunung Ijen Sudah Dibuka Kembali, Pengunjung Dibatasi
Perbesar
Kawah Ijen menjadi perhatian utama Banyuwangi karena merupakan magnet wisata Banyuwangi.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mematangkan persiapan Geopark Ijen menjadi jaringan geopark dunia dan siap mengikuti penilaian Unesco GGN.

"Kami baru saja menggelar pertemuan daring dengan sejumlah pemangku kepentingan yang terlibat dalam persiapan menuju UNESCO GGN. Hadir Advisor Global Geopark, perwakilan Kementrian LHK, Bappenas, perwakilan perguruan tinggi, Pemkab Bondowoso, juga Wakil Gubernur Jatim," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, Rabu, 16 Desember 2020.

Ia mengatakan akan terus memantau persiapan penilaian dari badan dunia PBB lewat Badan Geopark Ijen, terlebih pada tahun ini Geopark Ijen adalah satu-satunya geopark dari Indonesia yang diusulkan pemerintah pusat menjadi jaringan geopark dunia.

"Kami berterimakasih kepada pemerintah pusat, pemprov dan semua pihak yang bersama-sama menyiapkan Geopark Ijen. Kami dari daerah akan berupaya maksimal menyiapkan ini," katanya, dilansir dari Antara.

Menurut Anas, Banyuwangi sendiri dalam sepuluh tahun terakhir telah merintis upaya yang selaras dengan konsep pengembangan geopark global yang menekankan pada upaya konservasi dan mengajak masyarakat setempat berperan serta melindungi dan meningkatkan fungsi potensi alam untuk pembangunan ekonomi lokal.

"Selama ini Banyuwangi konsisten mendorong pariwisata berbasis alam. Di mana Banyuwangi menawarkan alamnya yang asli, indah dan alami. Tak hanya itu, atraksi wisata dan seni budaya yang dikemas dalam Banyuwangi Festival juga dilakukan dengan memaksimalkan potensi alam tanpa menguranginya," paparnya.

Pariwisata berkelanjutan yang selaras dengan konsep geopark, lanjut Anas, adalah pilihan yang dikembangkan Banyuwangi untuk menarik wisatawan ke daerah.

"Misalnya saja kami mengemas dalam event wisata olahraga, seperti Ijen Green Run, balap sepeda Internasional Tour De Ijen dan lainnya yang menyajikan alam yang asli dengan oksigen yang berlimpah," katanya.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini


Mendorong Keterlibatan Masyarakat

Bupati Anas Promosikan Pariwisata Banyuwangi New Normal ke Diaspora Seluruh Dunia
Perbesar
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas paparkan bagaimana visi pariwisata Banyuwangi di tengah masa pandemi.

Azwar Anas menambahkan, pengembangan pariwisata di Banyuwangi sendiri juga berupaya mendorong keterlibatan masyarakat secara luas

"Kami dorong masyarakat untuk terlibat berbagai event pelestarian budaya, seperti event tumpeng Sewu, Seblang, ngopi Sepulu Ewu ada keterlibatan aktif warga dalam pelaksanaannya

"Kami juga melarang hotel dibangun di sekitar Ijen dan tempat-tempat wisata lainnya, agar masyarakat sekitar bisa membuka home stay untuk pengembangan ekonomi. Juga bagian dari upaya menjaga kearifan lokal," paparnya.

Kepala Bappeda Banyuwangi Suyanto Waspotondo mengatakan Banyuwangi telah melakukan berbagai persiapan untuk mengikuti penilaian UNESCO GGN, dan semua persiapan melibatkan sinergi OPD untuk menyiapkan berbagai hal.

"Kami telah membagi tugas OPD untuk semua persiapannya. Mulai persiapan dokumen, hingga sejumlah infrastruktur pendukung di kawasan tersebut. Koordinasi juga dilakukan dengan Pemkab Bondowoso dan kementrian untuk menyiapkan proses menjadi geopark dunia," katanya.

Sementara itu, Prof Eko Budi Santoso salah satu panelis dari Institut Sepuluh November mengatakan bahwa untuk menghadapi assesement UNESCO GGN, potensi Ijen Geopark harus terus dimaksimalkan dan dipromosikan.

Ijen Geopark sendiri terdiri atas 21 geosite, 6 biosite, 11 cultural site dan 8 warisan budaya tak berwujud yang berada di wilayah Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso.

"Mayoritas kawasan geopark berada di area yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, maka daerah dan kementerian harus bersinergi dengan baik untuk meloloskan ini. Selain itu warisan budaya di sekitar kawasan juga harus terus dijaga dan dipromosikan. Banyuwangi sudah melakukannya dan ini perlu terus dijaga karena akan berpengaruh dalam penilaian," katanya.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya