Tiga Daerah Jatim Berada di Zona Oranye COVID-19 Selama 3 Bulan Berturut-turut

Oleh Agustina Melani pada 08 Des 2020, 22:37 WIB
Diperbarui 09 Des 2020, 07:08 WIB
Ilustrasi corona covid-19 (Foto: Pixabay/fernando zhiminaicela))
Perbesar
Ilustrasi corona covid-19 (Foto: Pixabay/fernando zhiminaicela)

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 mencatat 72 kabupaten dan kota di Indonesia yang berada di zona  oranye atau tingkat risiko penyebaran COVID-19 sedang selama tiga bulan berturut-turut. Dari 72 kabupaten dan kota itu, tiga daerah di Jawa Timur.

Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito menuturkan, mayoritas kabupaten dan kota masih nyaman di zona risiko sedang COVID-19 atau zona oranye. Padahal zona risiko sedang bukan zona nyaman.

Berdasarkan  peta zonasi risiko COVID-19 per 6 Desember 2020, ada 371 kabupaten dan kota yang berada di zona oranye, dan 47 kabupaten dan kota di zona merah.

Wiku menambahkan, untuk zona risiko rendah penyebaran COVID-19 terjadi peningkatan dari 75 kabupaten dan kota  pada pekan lalu menjadi 84 kabupaten dan kota.

"Zona tidak ada kasus baru tetap ada enam, zona tidak terdampak terjadi penurunan dari sembilan menjadi enam kabupaten kota pada pekan ini," ujar dia.

Wiku mengkhawatirkan mayoritas kabupaten dan kota berada di zona risiko sedang. Hal ini mengingat wilayah tersebut juga rentan pindah ke zona tinggi atau merah jika masyarakat dan pemerindah daerah (pemda) lengah.

"Terdapat 72 kab kota konsisten di zona sedang selama tiga bulan berturut-turut. 68 kabupaten dan kota  berada di zona sedang selama tiga bulan berturut-turut, tentu mengkuatirkan karena bukan zona aman. Apabila tidak berjalan baik terbuka kemungkinan daerah-daerah ini akan beralih ke zona tinggi. Ini harus dhindari,” ujar dia.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Tiga Daerah di Jawa Timur

Ilustrasi coronavirus, virus corona, koronavirus, Covid-19.
Perbesar
Ilustrasi coronavirus, virus corona, koronavirus, Covid-19. Kredit: Fernando Zhiminaicela via Pixabay

Wiku meminta pimpinan daerah di 72 kabupaten dan kota untuk mengambil langkah-langkah strategi terkait penanganan COVID-19. Hal ini agar daerah tersebut dapat beralih ke zona kuning dan hijau.

Dari 72 kabupaten dan kota itu, ada tiga daerah di Jawa Timur antara lain Blitar, Kota Surabaya, dan Sidoarjo berada di zona sedang COVID-19.

Mengutip data infocovid19.jatimprov.go.id, Selasa, (8/12/2020), di Surabaya, ada tambahan kasus positif COVID-19 sebanyak 37 orang menjadi 17.189 orang. Kasus aktif mencapai 83 orang, sembuh 15.887, dan meninggal 1.219 orang per 8 Desember 2020.

Sementara itu, di Sidoarjo, kasus positif COVID-19 bertambah 12 orang menjadi 7.676 orang. Kasus aktif tercatat 54 orang, sembuh 7.121 orang, dan meninggal 501 orang.

Di Kabupaten Blitar, ada tambahan pasien positif COVID-19 sebanyak sembilan orang menjadi 1.170 orang. Kasus aktif sebanyak 55 orang, sembuh 1.015 orang, dan meninggal 100 orang.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓