Mantan TKI Raup Pundi-Pundi Rupiah dari Budi Daya Bonsai Kelapa

Oleh Liputan6.com pada 08 Des 2020, 06:00 WIB
Diperbarui 08 Des 2020, 06:00 WIB
Bonsai kelapa jadi potensi bisnis baru di tengah pandemi
Perbesar
Seniman, Herman Ronda (49) mengukir bibit pohon kelapa yang dijadikan bonsai di Pondok Benda Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (13/10/2020). Budidaya bonsai tanaman kelapa semakin digemari untuk memanfaatkan waktu dengan harga mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Liputan6.com, Jakarta - Berawal dari hobi, mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Zainuri (48) berhasil mengembangkan bonsai kelapa. Dari budi daya bonsai kelapa, ia mendapatkan omzet jutaan rupiah per bulan.

Warga Desa Candimulyo, Kecamatan Dlopo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur ini belajar dari media sosial untuk budi daya bonsai kelapa setelah pulang dari Malaysia lantaran tidak ada pekerjaan. Ia sempat gagal untuk mengembangkan tanaman kepala yang dikerdilkan tersebut. Akan tetapi, ia tak menyerah.

"Awalnya hobi. Hobi lama-lama ya minat, ya jadi bisnis,” ujar dia, seperti dikutip dari Liputan6, ditulis Selasa (8/12/2020).

Ia membutuhkan waktu enam hingga tujuh bulan untuk membuat bonsai kelapa. Zainuri mencari buah kelapa yang tidak terpakai dan mencari sesuai keinginan. Seperti buah kepala gading yang merah, gading susu, kelapa albino atau kelapa yang biasa digunakan memasak.

Buah kelapa itu lalu dikupas kulitnya hingga bersih dan dibenamkan ke air garam. Kemudian empat hingga lima bulan, kelapa itu keluar akarnya, baru dipindah ke media tanam sesuai keinginan. Tanaman tersebut tumbuh subur di sejumlah media tanam antara lain toples dan pot.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Omzet Capai Jutaan Rupiah per Bulan

Unik, Herman Ronda Menyulap Batok Kelapa Menjadi Bonsai
Perbesar
Pengrajin tanaman, Herman Ronda merawat bonsai kelapa di Jalan Salak, Pamulang, Tangerang Selatan, Senin (13/10/2020). Bonsai dari batok kelapa yang digeluti sejak tahun 2017 dijual dengan kisaran harga 200 ribu - 1,5 juta rupiah. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Zainuri membersihkan daunnya menggunakan kuas agar tumbuh sempurna dan terlihat cantik. Ia juga membersihkan batok kelapa dengan air sehingga bonsai kelapa terlihat lebih indah.

Adapun satu bonsai kelapa tanpa media tanam dijual dengan harga Rp 120 ribu. Sedangkan bonsai kelapa lengkap dengan media tanam dan daun sudah pecah dijual Rp 400 ribu.

Bonsai milik Zainuri pun sudah dikenal luas meski baru. Dalam sebulan bisa menjual enam hingga tujuh bonsai kelapa. Bisnis yang dijalankan Zainuri dapat beromzet jutaan rupiah per bulan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓