VIDEO: Guru SD dan SMP di Surabaya Mulai Mengajar Daring dari Sekolah

Oleh Agustina Melani pada 26 Nov 2020, 12:48 WIB
Diperbarui 26 Nov 2020, 12:48 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Sesuai surat edaran Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (Risma), guru SD hingga SMP di Surabaya, Senin pagi, kembali masuk sekolah untuk memberikan materi belajar daring kepada para siswa.

Selain guru, tenaga nonpendidikan juga sudah beraktivitas kembali di sekolah, tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat. Meski demikian, para guru berharap pemerintah mempercepat izin sekolah tatap muka, karena sekolah daring dianggap tidak maksimal memberikan materi kepada murid.

Senin pagi, seluruh guru SD dan SMP di Surabaya mulai masuk sekolah. Seperti yang terlihat di SMP Negeri 1 di kawasan Jalan Pacar Surabaya.

Seluruh guru sudah mulai bekerja dan beraktivitas di sekolah, dengan penerapan protokol kesehatan ketat di tengah pandemi COVID-19. Pengukuran suhu tubuh, mengenakan masker dan mencuci tangan, menjadi kewajiban para guru saat masuk ke halaman sekolah.

Selain para guru, karyawan sekolah non pendidik juga telah masuk kerja. Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Surabaya menyatakan, pada hari pertama masuk sekolah seluruh guru berjumlah 45 orang, sudah mulai bekerja mengajar secara daring dari sekolah kepada 1.332 murid. Berikut dilansir pada Liputan6, 24 November 2020.

"Alhamdulillah SMP 1 menyiapkan protokol kesehatan, yangmana Bapak Ibu Guru hari ini masuk pertama, masuk bekerja , semuanya menggunakan protokol kesehatan, sama semua ruang kelas, Bapak Ibu Guru juga mengajar di ruang kelasnya masing-masing dan di ruang guru menerapkan protokol kesehatan," ujar Suharto, Kepala Sekolah SMPN 1 Surabaya.

Sementara bagi para guru, tidak ada masalah dengan adaptasi masuk sekolah di tengah pandemi COVID-19 ini. Bahkan para guru sebenarnya sudah siap melaksanakan sekolah tatap muka bersama para siswanya.

Guru di SMP Negeri 1 Surabaya juga berharap agar pemerintah segera mungkin mengizinkan sekolah tatap muka. Karena dinilai lebih maksimal, dibandingkan dengan sekolah daring.

"Ketika pembelajaran daring itu tidak sesempurna ketika kita tatap muka, karena dalam proses belajar mengajar itu ada hal-hal yang tidak bisa di-daringkan, terutama dalam pembentukan sikap dalam menggiring anak menyimpulkan suatu analisa, dengan daring sekolah terbatas, sehingga tidak bisa sempurna," ungkap Sri Wahjuningsih, Guru SMPN 1 Surabaya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran untuk guru kembali masuk sekolah. Agar para guru terbiasa mengajar di masa adaptasi kebiasaan baru atau new normal. Sebelum nantinya benar-benar dilaksanakan sekolah tatap muka pada awal Januari 2021, sesuai Surat Keputusan Bersama atau SKB 4 Menteri.