Kasus Positif COVID-19 Melonjak dalam Sehari di Jatim, Ada Apa?

Oleh Agustina Melani pada 19 Nov 2020, 13:19 WIB
Diperbarui 20 Nov 2020, 06:27 WIB
Ilustrasi corona covid-19 (Foto: Pixabay/fernando zhiminaicela))
Perbesar
Ilustrasi corona covid-19 (Foto: Pixabay/fernando zhiminaicela)

Liputan6.com, Jakarta - Jawa Timur mencatat lonjakan kasus COVID-19 pada Rabu, 18 November 2020. Tercatat tambahan harian kasus COVID-19 di Jawa Timur sebanyak 471 orang.

Pada Selasa, 17 November 2020, tambahan kasus positif COVID-19 sekitar 206 orang.Dengan demikian, total kasus positif COVID-19 di Jawa Timur tembus 57.237 orang.

Sementara itu, pasien sembuh dari COVID-19 bertambah 355 orang sehingga menjadi 50.901 orang.  Pasien meninggal karena COVID-19 di Jawa Timur bertambah 27 orang sehingga total pasien meninggal karena COVID-19 mencapai 4.068 orang. Pasien konfirmasi positif COVID-19 dirawat sebanyak 2.268 orang.

Tambahan kasus harian positif COVID-19 terbanyak terjadi di Lumajang yang mencapai 100 orang, diikuti Kabupaten Jember sebanyak 60 orang, dan Kabupaten Trenggalek sebanyak 41 orang.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Jawa Timur, dr Makhyan Jibril mengatakan, setelah dilakukan pelacakan atau tracing dari kasus-kasus kemarin yang mulai naik di Lumajang sehingga ditemukan lebih banyak lagi kasus positif COVID-19.

Hal itu didorong dari kontak antar keluarga saat libur panjang. Demikian juga ada dari klaster keluarga, perkantoran dan tenaga kesehatan. Oleh karena itu, tambahan kasus harian COVID-19 mencapai 100 orang di Lumajang.

"Rata-rata memang dari klaster keluarga. Di sisi lain klaster keluarga memang berisiko naik pasca long weekend," tutur dia saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (19/11/2020).

Demikian juga dengan kasus COVID-19 di Jember dan Trenggalek berdasarkan hasil tracing. “Di Jember dan Trenggalek juga dari hasil tracing. "Di Jember dan Trenggalek juga dari hasil tracing dan pasien-pasien dengan transmisi lokal,” kata dia.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Naik 5 Persen

Ilustrasi Virus Corona. (Bola.com/Pixabay)
Perbesar
Ilustrasi Virus Corona. (Bola.com/Pixabay)

Dokter Jibril mengatakan, meningkatnya kasus COVID-19 juga terjadi karena ada kenaikan mobilitas penduduk dan kasus baru COVID-19.  Akan tetapi, Jibril menuturkan, kenaikan di Jawa Timur tidak setinggi provinsi lain.

Mengutip data dari rapat koordinasi kenaikan kasus COVID-19 pascaliburan dan cuti bersama, ada penambahan kasus konfirmasi mingguan setelah cuti bersama. Di Jawa Timur, kasus konfirmasi COVID-19 sebanyak 1.768 pada 28 Oktober 2020-3 November 2020, kemudian meningkat menjadi 1.863 pada 4-10 November 2020.

"Meski Jawa Timur kenaikannya tidak setinggi provinsi besar lain. Jawa Timur naik lima persen, tapi ini cukup berkontribusi dalam kenaikan kasus ini,” kata dia.

Ia menambahkan, kontribusi kenaikan kasus COVID-19 kemungkinan setelah libur panjang. Hal ini karena libur panjang akhir pekan kemungkinan pertemuan dengan keluarga meningkat.

"Apalagi temuannya juga klaster keluarga, khawatirnya memang long weekend ini memang rawan karena kemungkinan kontak antar keluarga meningkat,” ujar dia.

Dengan melihat kondisi itu, Jibril mengharapkan protokol kesehatan harus benar-benar diperhatikan. “Jangan sampai keluar tidak patuh, pulang bawa virus, dan menyebar ke ibu, nenek dan anak,” ujar dia.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓