Buruh dan Mahasiswa Bakal Kembali Demo UU Cipta Kerja di Surabaya

Oleh Dian Kurniawan pada 20 Okt 2020, 05:00 WIB
Diperbarui 20 Okt 2020, 05:00 WIB
(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Perbesar
Aksi demo di depan Gedung Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/10/2020). (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Surabaya - Wakil Ketua FSPMI Jatim,  Nurudin Hidayat membenarkan, ada rencana aksi demo menolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa 20 Oktober 2020. 

Dia menuturkan, massa yang tergabung dari elemen buruh dan mahasiswa akan berkumpul di Kebun Binatang Surabaya sekitar pukul 12.00 WIB.

"Selanjutnya kita bergerak longmarch menuju Gedung Grahadi. Sasaran kita hanya satu," ujar Nurudin Hidayat, Senin, 19 Oktober 2020.

Aksi yang akan digelar Selasa, 20 Oktober 2020, lanjut Nurdin, merupakan kekecewaan terhadap pemerintah pusat yang tidak mengakomodir tuntutan buruh agar presiden menerbitkan Peratutan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu).

"Sebelumnya tim 25 telah dipertemukan dengan Menkopolhukam Mahfud MD oleh Gubernur Jatim Khofifah. Dari pertemuan itu kita meminta pencabutan UU Omnibus Law. Namun, kita disarankan untuk menempuh jalur hukum dengan menggugat melalui Mahkamah Konstitusi (MK). Dari situ tuntutan kita tidak terakomodir," ujarnya.

Nurdin menegaskan, unjuk rasa bakal digelar sampai UU Cipta Kerja dicabut. "Kita akan aksi sampai tuntutan kita mencabut UU Omnibus Law dicabut. Itu harga mati," ucapnya. 

Kabar rencana unjuk rasa tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di Surabaya juga beredar di grup-grup WA yang bertuliskan, Gerakan Tolak Omnibus Law (GETOL) akan kembali menggelar aksi menuntut pencabutan UU Cipta Kerja yang dianggap merugikan buruh. Aksi akan digelar selama empat hari berturut-turut mulai Selasa 20 Oktober - Jumat 23 Oktober 2020.

Aksi penyampaian pendapat di muka umum ini melibatkan puluhan elemen masyarakat seperti KSPI, KASBI, FSPMI, FSP KEB KSPI, KP SPBI, SPN, FBTPI KASBI, LBH Surabaya, GMNI, Walhi, IMM, Untag Bergerak, DEMA FTK UINSA, Aliansi Mahasiswa Unair, dan beberapa elemen lainnya.

Sasaran demonstrasi yang dituju adalah Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo, Kota Surabaya. Namun, sebelum menuju titik utama, terlebih dulu sekitar kurang lebih 3.000 massa akan berkumpul di Kebun Binatang Surabaya.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Kata Polisi

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Perbesar
Aksi demo di depan Gedung Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/10/2020). (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) beserta Polrestabes Surabaya masih menggelar rapat membahas rencana aksi unjuk rasa yang bakal dilakukan oleh elemen buruh dan mahasiswa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa 20 Oktober 2020.

"Hari ini rapat persiapan pam (Pengamanan) di Polrestabes Surabaya," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Senin, 19 Oktober 2020.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, AKP M Akhyar juga menyampaikan hal senada saat ditanya mengenai pengamanan demo tolak Undang-Undang Cipta Kerja.

"Betul, saat ini masih rapat pengamanan demo besok," ujar dia kepada Liputan6.com melalui pesan singkat.

Aksi unjuk rasa tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di Surabaya beredar di grup-grup WA yang bertuliskan, Gerakan Tolak Omnibus Law (GETOL) akan kembali menggelar aksi menuntut pencabutan UU Cipta Kerja yang dianggap merugikan buruh. Aksi akan digelar selama empat hari berturut-turut mulai Selasa 20 Oktober - Jumat 23 Oktober 2020.

Aksi penyampaian pendapat di muka umum ini melibatkan puluhan elemen masyarakat. Sasaran demonstrasi yang dituju adalah Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jawa Timur.

Namun, sebelum menuju titik utama, terlebih dulu sekitar kurang lebih 3.000 massa akan berkumpul di Kebun Binatang Surabaya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓