VIDEO: Lahir Ketika Pandemi, Bayi Jerapah Diberi Nama Corona di Taman Safari Prigen

Oleh Agustina Melani pada 18 Okt 2020, 19:30 WIB
Diperbarui 18 Okt 2020, 19:30 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Lahir di tengah pandemi COVID-19, seekor bayi jerapah diberi nama corona, oleh pengelola Taman Safari Indonesia II Prigen, Pasuruan, Jawa Timur.

Bayi jerapah tersebut saat ini masih dalam masa karantina, dan baru bisa dilepas ke habitatnya setelah berumur 7 bulan. Berikut kita simak videonya pada Liputan6, 15 Oktober 2020.

Kandang karatina satwa langka, di Taman Safari Indonesia II, Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Pasuruan, sejak bulan Agustus kedatangan seekor bayi jerapah asal Afrika.

Dokter hewan dan perawat Rabu pagi, masih terus memantau kondisi bayi jerapah, berjenis kelamin betina tersebut. Karena di masa pandemi COVID-19, bayi jerapah yang lahir normal dari indukan bernama Niken, dan pejantan bernama Dafi, dengan masa kehamilan 14 bulan ini diberi nama Corona.

Sejak dilahirkan Agustus lalu, bayi jerapah Corona terus menempel pada induknya, dan belum dapat beradaptasi dengan baik di lingkungannya. Untuk sementara, Corona berada di kandang karantina bersama induknya, dengan pengawasan tim medis. 

"Jerapah bertambah satu dan ia lahir pada pandemi, dan dinamakan Corona, ia lahir tanggal 5 Agustus, dari indukan bernama Niken dan Kadafi, ia sekarang dalam keadaan sehat, karena ia menyusui induknya secara langsung,” ujar Akhmad Nurcholis, Pawang Jerapah.

Dengan kelahiran Corona ini, koleksi jerapah di Taman Safari Indonesia II Prigen, Pasuruan, bertambah menjadi 9 ekor. Menurut rencana, Corona baru bisa bergabung bersama habitat jerapah di Zona Afrika, pada saat Corona berusia 7 bulan.

Selain jerapah, Taman Safari Indonesia II Prigen, Pasuruan, juga berhasil mengembangbiakkan jenis satwa langka lainnya, seperti gajah, harimau, dan orang utan.