VIDEO: Siswa MAN di Gresik Raih Prestasi Internasional Berkat Buah Kecubung

Oleh Agustina Melani pada 16 Okt 2020, 23:07 WIB
Diperbarui 16 Okt 2020, 23:07 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Inilah lima pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Gresik, Jawa Timur, berhasil membuat inovasi obat anestesi alami untuk komoditas ikan, yang terbuat dari biji buah kecubung yang banyak dijumpai di lingkungan sekitar.

Atas karya inovasinya tersebut, mereka berhasil meraih medali emas dalam ajang Indonesia International Invention Festival 2020, yang digelar secara daring. Berikut kita simak videonya pada Liputan6, 15 Oktober 2020.

Ibrahim Al khowwas, Maya Hafshoh Nur Rohmatul Haq, Siti Fathimatuz Zahro, Agika Rahmah Putri, dan Febi Auliyah Duwi Insani, pelajar Madrasah Aliyah Negeri 1 Gresik, Jawa Timur ini berhasil mengharumkan nama sekolahnya di tingkat internasional.

Atas karya inovasinya, mereka mampu menciptakan obat anestesi atau obat bius, dari bahan baku biji buah kecubung, yang banyak dijumpai di sekitar rumah. Membuat obat anestesi ini cukup mudah, dan biayanya juga murah, hanya membutuhkan biji buah kecubung, yang dicampur dengan alkohol 70 persen.

Buah kecubung yang memiliki nama latin Datura metel ini, memiliki kandungan senyawa atropin, skopolamin, dan hiosiamin, yang memiliki potensi sebagai obat bius alami.

Biji kecubung kualitas bagus, diekstrak menggunakan alkohol 70 persen, diaduk selama 30 menit, kemudian didiamkan 2 hari.

Obat ini digunakan untuk membius ikan di masa inkubasi. Ide pembuatan obat anestesi ini, juga berawal dari banyaknya keluhan petani tambak bandeng dan udang, yang kesulitan memindahkan benih, dari satu tempat ke tempat lain, karena banyak benih yang stress dan mati.

"Proses distribusi ikan mengalami kematian yang cukup tinggi angkanya, kenapa ? karena salah satu faktor yang menyebabkan kematian adalah stres, pada saat distribusi ikan, di mana proses distribusi ikan, ketika dalam perjalanan mengalami goncangan, sehingga ikan mengalami stres dan mati, dari sini kami ingin meningkatkan prosentasi daya hidup ikan, dengan cara membuat obat bius alami, yang ramah lingkungan,” papar Ibrahim Al Khowwas, Siswa MAN 1 Gresik.

"Di sini saya berharap, sebagai pimpinan MAN 1 Gresik, dikembangkan atau dilanjutkan penelitiannya ke skala-skala yang lebih besar lagi, karena pada saat ini, anak-anak meneliti pada skala kecil pada ikan-ikan, sehingga ini akan bermanfaat untuk petani tambak,” ungkap Masfufah, Kepala MAN 1 Gresik.

Karya pelajar ini akan terus dikembangkan, agar bisa diterapkan ke komoditas ikan yang lebih luas. Hasil karya ilmiah para pelajar, yang masih duduk di bangku kelas X ini, mampu menyingkirkan 50 peserta dalam negeri maupun luar negeri.

Hasil penelitian pun berhasil menyabet medali emas, dalam kategori Most Active, Interactive-Indonesia International Invention Festival tahun 2020, pada pertengahan bulan September lalu, yang dilakukan secara daring.