Cara Universitas Surabaya Peringati Hari Pangan Sedunia

Oleh Liputan6.com pada 16 Okt 2020, 07:00 WIB
Diperbarui 16 Okt 2020, 07:00 WIB
Melawan Pandemi dengan Berkebun Sayur Hidroponik
Perbesar
Warga melakukan perawatan tanaman di kebun sayur hidroponik Gang Hijau RT 007/008, Kelurahan Cipinang Besar Utara, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Dalam menghadapi pandemi Covid-19, warga di permukiman tersebut membangun kebun sayuran hidroponik di atas aliran kali. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Universitas Surabaya (Ubaya) ingin mengajak warga memenuhi kebutuhan nutrisi pangan dengan menanam sayur dan buah secara mandiri di pekarangan rumah.

Oleh karena itu, Ubaya membagikan starter kit untuk berkebun ke warga sekitar kampus di Surabaya. Hal ini juga dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia pada 16 Oktober 2020.

"Melalui peringatan ini, LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) bersama Pusdakota Ubaya bergerak ingin mengajak warga untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pangan dengan mulai menanam sayur dan buah secara mandiri di pekarangan rumah," ujar Rizal, seperti dikutip dari Antara, ditulis Jumat, (16/10/2020).

Tim Ubaya membagikan 30 starter kit berkebun yang terdiri dari bibit sayur dan buah, pot tanaman, media tanam berupa tanah dan pupuk, serta polybag.

"Bibit sayur dan buah yang diberikan kepada warga yaitu kangkung, bayam hijau, dan terong. Warga juga mendapatkan satu tanaman sayur atau buah yang sudah tumbuh dari kebun Universitas Surabaya Training Center (UTC)," tutur dia.

Beberapa tanaman yang dibagikan seperti sawi, daun bawang, pagoda, selada, kangkung, dan tomat. Pemilihan bibit serta tanaman yang diberikan kepada warga, kata Rizal, merupakan hasil diskusi akan kebutuhan konsumsi dan kondisi warga setempat.

2 dari 3 halaman

Alternatif Hilangkan Rasa Bosan

Ilustrasi berkebun
Perbesar
Ilustrasi berkebun. (Sumber: Unsplash/Neonbrand)

Aktivitas ini diharapkan menjadi alternatif menghilangkan rasa bosan selama pandemi di rumah. Selain itu, warga juga dapat memastikan kebutuhan nutrisi pangan diri sendiri atau keluarga.

"Kebiasaan ini dapat memberikan dampak keberlanjutan dalam menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi seperti ini," ujar dia.

Apalagi, kebutuhan nutrisi dan ketersediaan pangan yang berkualitas saat pandemi merupakan hal penting untuk menjaga kesehatan serta meningkatkan daya tahan tubuh.

"Kegiatan ini juga membantu warga dalam mengoptimalkan lahan kosong di lingkungan sekitar dengan penanaman bibit sayur dan buah," tutur dia.

Selain itu, aktivitas berkebun memiliki efek jangka panjang dalam menggerakkan sektor perekonomian warga yang terdampak pandemi melalui jual beli hasil panen. "Nantinya, hasil panen tersebut bisa menjadi bahan pangan yang dapat diolah dan dikonsumsi oleh warga," kata Rizal.

Sementara itu, Ketua RT 4 Mejoyo, Kali Rungkut, Surabaya Anis Choiroti mengatakan sejak 2018 warga sudah menanam tanaman pangan. Kalau sayur kami sudah rutin menanam dan selama ini dipanen untuk dimakan sendiri.

"Inginnya kami bisa membudidayakan tanaman yang bisa dipasarkan di luar RT juga. Dengan kegiatan Ubaya setidaknya bisa lebih banyak warga yang sadar akan perlunya berkebun untuk ketahanan pangan karena sosialisasi dan pembagian bibit yang merata pada seluruh warga," ujar dia. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓